Sambut Libur Lebaran, Pedagang Oleh-oleh Khas Jogja Mulai Stok Dagangan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

YOGYAKARTA — Pelaku usaha produsen makanan oleh-oleh khas Yogyakarta, mulai menyetok produk buatan mereka sejak beberapa hari terakhir. Hal itu mereka lakukan untuk menyambut para wisatawan yang diperkirakan akan meningkat pada musim libur lebaran kali ini.

Meski tak yakin jumlah wisatawan akan melonjak seperti musim libur lebaran sebelum-sebelumnya, mereka tetap berharap bisa mendapat peningkatan omset penjualan sehingga mampu mendongkrak penghasilan.

“Selama pandemi setahun terakhir ini kita benar-benar tak bisa berbuat apa-apa. Minimnya jumlah wisatawan yang datang ke Jogja membuat omset penjualan menurun drastis. Karena itu kita sangat berharap musim libur lebaran ini bisa membaik,” ujar produsen oleh-oleh khas Yogyakarta, Yanto, asal Lendah Kulonprogo, Selasa (11/05/2021).

Penjual kuliner tradisional bakpia dan wingko ini mengaku mulai kembali memproduksi dagangannya untuk dijual secara langsung ke konsumen maupun disetor ke sejumlah pelanggan. Meskipun jumlah produksi tetap mereka batasi mengingat keterbatasan modal sebagai dampak pandemi Covid-19.

“Kita mulai menyetok dagangan. Meskipun jumlahnya terbatas. Karena selain tidak ada modal, kita juga tidak mau ambil resiko kalau-kalau nanti dagangan tidak laku. Sebab adanya larangan mudik pemerintah juga pasti mempengaruhi jumlah wisatawan yang datang ke Jogja,” ungkapnya.

Yanto sendiri mengeluhkan dampak luar biasa pandemi Covid-19 bagi usahanya. Hampir selama setahun terakhir ia tak bisa mendapatkan pemasukan sebagaimana biasanya, lantaran minimnya jumlah pesanan dari pelanggan. Ia bahkan terpaksa harus memberhentikan 7 dari 10 karyawannya hingga saat ini.

“Ya bayangkan saja kalau tidak ada wisatawan yang datang ke Jogja, lalu yang mau beli siapa. Kita sebagai pedagang oleh-oleh sangat bergantung pada wisatawan. Karena itu kita berharap pemerintah bisa membuat kebijakan yang baik untuk semua. Tidak asal melarang mudik dan menerapkan PSBB. Mestinya tidak masalah, asalkan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” kesahnya.

Lihat juga...