Santri ‘Nurul Jadid’ Wajib Tes Swab Sebelum Kembali ke Pesantren

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JEMBER – Sebanyak 328 santri Pondok Pesantren Nurul Jadid siap kembali ke pesantren. Sebelum kembali, para santri wajib mengikuti tes swab.

Sekretaris Pengurus Pembantu Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) Jember, Sony Sulum, mengatakan, sebelum santri kembali ke pesantren, memang wajib jika terlebih dahulu menjalani proses tes swab untuk memastikan para santri sehat dan terbebas dari covid-19.

“Dalam proses pelaksanaan tes swab, sebanyak 200 santri dibantu oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, sedangkan selebihnya tes swab dilakukan secara mandiri,” ujar Sony Sulum kepada Cendana News di wilayah Jalan Mataram, Kelurahan Mangli, Kecamaran Kaliwates, Jember, Senin (24/5/2021).

Sony menegaskan, informasi dari Dinkes, jumlah santri yang dapat melakukan tes swab terbatas, maka disediakan tes swab GeNose. Maka, para santri Nurul Jadid di Jember, sebelum kembali ke pesantren, tidak ada yang belum melaksanakan pemeriksaan tes swab.

“Harus benar-benar dinyatakan negatif covid-19,” tegasnya.

Proses pemberangkatan para santri yang ada di Jember, serentak dilakukan hari ini,  dibagi  dua tahap pemberangkatan. Tahap pertama pemberangkatan bagi santriwati, sedangkan tahapan selanjutnya bagi santriwan.

“Mekanisme pemberangkatan yang dilakukan, santri bisa mendatangi salah satu kampus perguruan tinggi di Jember. Setelah itu wajib mengikuti tes swab GeNose. Seluruh santri juga wajib membawa KTP dan KK untuk pendataan tes swab,” ucapnya.

Menurut Sony, pelaksanaan tes swab untuk para santri, ada dua tempat. Bagi santri yang terdata Dinkes Jember, bisa melakukan tes swab di puskesmas, sedangkan yang lain bisa dilakukan di kampus IAIN Jember.

“Teknis pemberangkatan para santri dilaksanakan setelah hasil tes swab keluar. Seluruh santri juga difasilitasi armada bus  sebanyak 7 kendaraan. Sehingga proses pemberangkatannya terfokus menjadi satu,” ungkapnya.

Sony juga mengimbau agar para santri tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menjauhi kerumunan, menggunakan masker dan selalu mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer.

“Berdasarkan hasil tes swab baik santriwan dan santriwati, secara keseluruhan negatif,” ucapnya.

Ifan Zakaria, salah satu santri Pondok Pesantren Nurul Jadid mengatakan, dirinya bersama santri lainnya telah selesai mengikuti proses tes swab GeNose, dan hasilnya negatif. Hanya saja menunggu keberangkatan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Ifan Zakaria, saat ditemui Cendana News di wilayah Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Jember, Senin (24/5/2021).- Foto Iwan Feri Yanto

“Prosesnya cepat hanya saja antrean yang terjadi cukup banyak, sehingga untuk proses tes swab memerlukan waktu yang lama,” ucapnya.

Menurut Ifan, setibanya di pesantren, tidak perlu lagi melakukan proses tes kesehatan lagi, Hanya saja lembar hasil tes swab diserahkan kepada penguris yang bersangkutan, bersama surat rekomendasi pulang dikembalikan lagi.

Lihat juga...