Sekolah Laboratorium Asah dan Kembangkan Bakat Siswa

Editor: Koko Triarko

Kepala Sekolah SD Labschool, Dr. Slamet Hariyadi, M.Si., -Dok: CDN

JEMBER – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember mendirikan Sekolah Labolatorium (Labschool) untuk siswa tingkat sekolah dasar untuk mengasah bakat anak didik, sebagaimana sistem pendidikan saat ini yang menitikberatkan pada keaktifan dan kreativitas dari masing-masing pelajar.

Kepala Sekolah SD Labschool Jember, Dr. Slamet Hariyadi, M.Si., mengatakan dalam dunia pendidikan, guru tidak hanya sekadar selesai dalam memberikan mata pelajaran. Namun, tugas guru perlu mengembangkan bakat dari masing-masing anak didiknya.

“Salah satu tujuan pendidikan ialah bagaimana mendidik anak. Setiap anak didik memiliki kesempatan dan kelebihan yang sama, maka dalam hal ini setiap anak didik harus mampu dapat mengembangkan bakat yang dimilikinya, hingga nantinya dia menjadi siswa yang berprestasi dan membanggakan,” ujar Dr. Slamet Hariyadi, M.Si., di Patrang, Jember, Kamis (27/5/2021).

Slamet menambahkan, pendidikan merupakan upaya untuk mengakomodasi bakat yang nantinya menjadi insan berprestasi. Keunggulan dalam hal demikian perlu tingkat pengajaran yang terarah terhadap masing-masing anak didik, sebab anak berhak untuk berkembang menjadi lebih baik.

“Salah satu contoh yang ada pada anak didik ialah, anak didik memiliki kecerdasan kinestetik yang membuat mereka untuk sulit duduk anteng. Karena mereka memiliki kelebihan kecerdasan dengan lebih aktif bergerak mengekpresikan dirinya dalam ketangkasan menangkap ilmu pengetahuan, serta mengembangkan ide gagasannya melalui ekspresi tubuhnya,” ucapnya.

Slamet menyebutkan, atas perbedaan keterampilan mereka dalam belajar, maka pihaknya menyediakan matras puzzle bagi anak yang sulit untuk duduk anteng di kursi. Sehingga dia masih bisa belajar duduk di bawah dengan tidak menghilangkan kemampuan yang dimilikinya.

“Semua anak adalah bintang, tugas dari lembaga sekolah adalah bagaimana bisa menemukan bakat dari masing-masing anak didik, kemudian mampu ditempa lebih baik. Itulah konsep yang diterapkan dalam sekolah laboratorium kita,” jelasnya.

Dalam mencetak generasi yang berbakat, Slamet mengatakan telah menyediakan guru-guru terbaik dari lulusan FKIP UNEJ yang memiliki kompetensi khusus.

“Tentunya nanti guru yang kami sediakan akan tetap diseleksi berdasarkan kualifikasi khusus. Kemampuan guru dalam mengajar harus memiliki kelebihan lain. Selain guru itu bisa mengajar, juga bisa mendidik,” ujarnya.

Slamet menambahkan, untuk kebutuhan ruang kelas yang disediakan sudah sesuai sebagai bangunan lembaga sekolah. Fasilitas yang digunakan juga merupakan gedung miliki FKIP UNEJ, sehingga banyak ruangan yang bisa digunakan.

“Sekolah laboratorium ini hanya digunakan untuk anak didik yang masih tingkat Sekolah Dasar. Namun, kompetensi guru yang ada memiliki kemampuan lebih selain hanya mampu mengajar,” tegasnya.

Lihat juga...