Selain Mudah, Bertani Sistem Hidroponik Juga Lebih Cepat Panen

Editor: Koko Triarko

BANDUNG – Bercocok tanam dengan sistem hidroponik, memang sedang tren di tengah masyarakat. Selain mudah dan murah, bercocok tanam dengan sistem ini juga menjanjikan hasil panen yang jauh lebih cepat dibanding dengan menggunakan media tanah.

“Saya sudah buktikan ketika menanam sayuran. Biasanya kalau di tanah butuh waktu 60 hari untuk tumbuh. Nah, kalau di hidroponik bisa panen dalam waktu 30 hari saja,” kata Ardi, warga desa Mandalasari, Cikancung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat kepada Cendana News, Senin (10/5/2021).

Menurut Ardi, ada banyak jenis tanaman yang bisa ditanam dengan sistem hidroponik. Namun, Ardi mengaku lebih sering menanam sayuran, seperti slada, bayam, kangkung dan pakcoy.

“Sayuran hidroponik ini harganya cukup tinggi di pasaran. Mungkin karena masyarakat sudah tahu manfaat dari sayur hidroponik yang prosedurnya sangat higienis,” ucap Ardi.

Lebih lanjut, Ardi s mengatakan sudah sejak setahun terakhir ini bercocok tanam dengan sistem hidroponik. Sayuran yang ditanamnya hanya untuk komsumsi rumah tangga.

“Memang dari awal ngga ada niat dijadikan bisnis. Maka, medianya juga kecil, karena hanya untuk konsumsi pribadi. Lumayan kalau mau makan sayur ga harus beli, bisa memenuhi sendirilah,” tandas Ardi.

Sementara itu, Kamal, warga setempat yang juga telah cukup lama berbudi daya sistem hidroponik menganjurkan bagi para pemula yang ingin menjalankan sistem serupa, agar memilih tanaman yang mudah, seperti sayuran pakcoy, kangkung dan slada.

“Dan, jangan langsung memulai dengan skala besar. Mulai saja dengan skala kecil dulu sambil berlatih, ketika sudah mulai menguasai tekniknya, baru bisa diperbesar skalanya, kalau perlu jalankan bisnisnya,” sebut Kamal.

Ada pun modal memulai budaya hidroponik sangat tergantung dengan model yang diinginkan. Model biasanya menyesuaikan luasan lahan. Makin tinggi atau banyaknya tingkat, biayanya tentu akan makin mahal dan tergantung jumlah pipa PVC yang terpakai.

“Kalau untuk pemula, sekadar hobi dan memenuhi kebutuhan sayuran untuk dapur sendiri, bisa mulai dengan ukuran 1×4 meter. Bahkan, bisa 1×2 meter dengan dibuat meninggi ke atas. Itu kira-kira untuk instalasi habis Rp1,5 juta,” pungkas Kamal.

Lihat juga...