Selama Lebaran Pelayanan di FKTP Kota Semarang Tetap Buka

Editor: Koko Triarko

SEMARANG – Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan kepada peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), dipastikan tetap beroperasi selama libur Lebaran.

“Peserta JKN-KIS tidak perlu khawatir menjelang masa libur Lebaran 12-14 Mei 2021, karena tetap bisa memperoleh jaminan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan, termasuk di FKTP,” papar Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Lily Kresnowati, di Puskesmas Kedungmundu, Semarang, Rabu (12/5/2021).

Diterangkan, upaya tersebut untuk memberikan jaminan pelayan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan. “Jika FKTP di tempat peserta terdaftar, tidak beroperasi pada saat libur lebaran ini, peserta dapat memperoleh pelayanan kesehatan pada FKTP terdekat lain yang membuka pelayanan kesehatan,” lanjutnya.

Caranya dengan mengakses BPJS Kesehatan Care Center 1500 400, atau melalui layanan aplikasi JKN Mobile.

“Tinggal dibuka aplikasi JKN Mobile, cek FKTP terdekat yang beroperasi, masyarakat yang membutuhkan bisa langsung mengaksesnya,” tandasnya.

Sementara selama libur lebaran, untuk pelayanan obat Program Rujuk Balik (PRB) ketentuan tetap mengacu pada kebijakan pelayanan Kesehatan di FKTP selama masa pencegahan Covid-19.

“Termasuk bila jadwal pengambilan obat PRB jatuh pada masa libur lebaran, maka jadwal dapat disesuaikan menjadi lebih awal maksimal 7 hari sebelum persediaan obatnya habis,” tandasnya.

Ditandaskan, kebijakan tersebut tidak hanya berlaku di Kota Semarang saja, namun untuk seluruh wilayah di Indonesia.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, I Gusti Ayu Mirah S, menambahkan elama libur Lebaran jika ada masyarakat dari luar kota peserta JKN-KIS yang sakit atau membutuhkan perawatan, tetap dapat memanfaatkan layanan FKTP yang ada di Semarang.

“Termasuk mekanisme penjaminan dan prosedur pelayanan pasien gawat darurat, Peserta JKN-KIS sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pada kondisi gawat darurat, seluruh fasilitas kesehatan baik tingkat pertama maupun lanjutan wajib memberikan pelayanan penanganan pertama kepada peserta JKN-KIS,” terangnya.

Selama peserta JKN-KIS mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku, serta tindakan medis yang diperolehnya berdasarkan indikasi medis, maka akan dijamin dan dilayani.

“Fasilitas kesehatan juga tidak diperkenankan menarik iuran biaya dari peserta,” tandasnya.

Namun dirinya mengingatkan, pelayanan kesehatan tersebut hanya berlaku bagi peserta JKN-KIS berstatus kepesertaannya aktif. “Untuk itu, kami mengingatkan para peserta JKN-KIS untuk taat dalam membayar iuran setiap bulan,” pungkasnya.

Lihat juga...