Seperti Ini Cara Perawatan Ikan Koi agar Tetap Sehat

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Kecipak air segera muncul, saat langkah kaki Ari Cheppy, mendekati kolam berisi puluhan ikan koi yang dipeliharanya.

Apalagi saat butiran pelet kering ditebarkan, ikan koi dengan warna-warni yang khas segera bermunculan. Seakan berlomba, siapa cepat dia dapat makanan.

Rutinitas memberi makan ikan koi tersebut, sudah dilakoni pria 40 tahun tersebut, dalam setahun terakhir. Seiring kegemarannya memelihara ikan dimulai.

“Awalnya hanya melihat teman, yang suka memelihara ikan koi. Setelah saya lihat kok ternyata ikannya bagus, coraknya beda-beda, dengan warna yang mencolok seperti merah, putih, kuning, oranye. Sejak itu mulai tertarik memelihara ikan koi,” terangnya, saat ditemui di rumahnya, di Semarang, Senin (24/5/2021).

Ikan koi dengan beragam corak dan warna yang unik, menjadi daya tarik utama bagi para penggemarnya, Senin (24/5/2021). Foto: Arixc Ardana

Dipaparkan, untuk memelihara ikan koi, susah susah gampang. Dengan perawatan yang benar, serta didukung kualitas air yang bagus, memelihara ikan koi bisa dilakukan dengan media apa saja, termasuk dalam kolam.

“Koi itu jenis ikan yang butuh kualitas air bagus, kalau pakai air berkaporit misalnya dari PAM, tidak bisa. Jadi kalau pun terpaksa harus dipakai, harus dilakukan filterisasi, sehingga air yang dihasilkan berkualitas,” terangnya.

Dijelaskan, proses filterisasi air tersebut dilakukan dalam beberapa tahapan. Dirinya mengaku menggunakan tiga penyaring air, sehingga bisa dipastikan kondisi air benar-benar bagus.

“Paling bagus lagi, kalau sebelum masuk kolam, air tersebut juga diberi paparan lampu ultraviolet. Tujuannya agar jernih dan bersih, tidak mudah berlumut,” lanjutnya.

Ari menuturkan kondisi air yang bersih, jernih dan segar tersebut, berpengaruh pada kondisi oksigen terlarut dalam air.

“Meski demikian, juga perlu ditambahkan aerator. Fungsinya untuk menambah oksigen terlarut dalam air. Semakin besar kolam dan jumlah ikan, maka kebutuhan aerator juga bertambah,” tandasnya.

Dirinya mengaku punya pengalaman buruk, saat aerator kolam tidak berfungsi selama beberapa jam, gara-gara listrik padam. Akibatnya, ikan koi miliknya banyak yang mati.

“Sekarang untuk berjaga-jaga, saya gunakan UPS (Uninterruptible Power Supply), jadi jika sewaktu-waktu listrik PLN padam, aerator masih tetap nyala,” paparnya.

Hal senada juga disampaikan penggemar ikan koi lainnya, Erzad. Menurutnya, dalam memelihara ikan koi, kebersihan air menjadi kunci utama.

“Ikan koi sangat suka karakteristik air kolam mengalir, sehingga lebih aktif bergerak. Selain itu, perputaran volume air juga harus lebih besar, dari kebutuhan air kolam. Jadi, air yang mengalir dari kolam, diolah lagi lewat proses filterisasi, lalu dimasukkan lagi ke dalam kolam. Ini menjadi upaya agar air tetap terjaga kesegarannya, sehingga ikan koi tetap dalam kondisi sehat,” terangnya.

Layaknya memelihara hewan lainnya, seperti sapi, kambing atau burung kicau, ikan koi juga bisa terkena penyakit. Untuk itu, harus bisa jeli membedakan mana ikan yang sakit dan sehat.

“Ikan sakit bisa dilihat dari gerakannya, kalau menyendiri, tidak berkelompok, lalu saat diberi makan kok tidak nafsu, bisa jadi ikan tersebut sakit. Jika ada yang sakit, ikan harus dikarantina agar tidak menular,” lanjutnya.

Dalam proses karantina tersebut, ikan sakit akan dipindahkan ke akuarium khusus, dan diobati hingga sembuh. Setelah itu, baru kemudian dikembalikan ke kolam besar.

“Biasanya yang kerap menyerang itu penyakit kapas putih atau bintik putih. Penyebabnya karena air kolam kotor, ada jamur. Cara mengobatinya relatif mudah, dengan cara mencelupkan atau bilas ikan koi dengan larutan garam dapur. Kalau ada luka, juga harus diobati,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan sudah banyak panduan yang bisa dilihat oleh penggemar ikan koi, khususnya di youtube.

“Sekarang ini teknologi digital, ikut membantu kita, termasuk dalam merawat ikan koi ini,” tandas Erzad.

Di satu sisi, dirinya menuturkan, siapa saja bisa mulai memelihara ikan koi, bahkan untuk pemula sekalipun.

“Paling umum ikan koi Kohaku dengan motif putih merah, hingga Taisho Sanke dengan corak putih merah hitam. Siapa saja bisa memelihara ikan koi, yang penting kualitas air diperhatikan, pilih ikan sehat dan terus belajar, biar semakin pintar merawat ikan,” pungkasnya.

Lihat juga...