Sertifikasi Profesi Pembudidaya Rumput Laut Tingkatkan Daya Saing Produk

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Kompetensi dalam budidaya rumput laut diperlukan untuk peningkatan mutu produk. Demikian diungkapkan Maria Sri Gigih Setiarti, Asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi Kelautan dan Perikanan, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Maria Sri Gigih Setiarti, Asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi Kelautan dan Perikanan, Badan Nasional Sertifikasi Profesi saat pelatihan di Desa Legundi, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Senin (31/5/2021). Foto: Henk Widi

Ia menyebutkan, hasil produk kelautan jenis rumput laut memerlukan standar mutu ditandai dengan keahlian pembudidaya. Potensi budidaya produk perlu dikembangkan, namun penyeragaman kualitas sumber daya manusia (SDM) perlu dilakukan dengan sertifikasi profesi.

Sejumlah pelaku usaha budidaya rumput laut sebutnya dominan telah melakukan budidaya secara tradisional. Peningkatan mutu sistem budidaya, perawatan, pasca panen hingga pengolahan butuh pendampingan.

“Saat uji kompetensi profesi pembudidaya rumput laut diberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kualitas bibit, penanganan saat budidaya hingga memperhatikan masa panen yang tepat, sehingga produk rumput laut yang dihasilkan bermutu tinggi,” terang Maria Sri Gigih Setiarti saat ditemui Cendana News, Senin (31/5/2021).

Saat pelatihan di Desa Legundi, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Maria menyebut melibatkan sebanyak 20 pembudidaya. Melalui sertifikasi akan menjadi pengakuan terkait keahlian dalam budidaya. Lebih jauh sertifikasi profesi akan menjadi data pendukung untuk pembiayaan sektor perbankan.

“Meski tidak secara langsung namun sertifikasi akan menjadi acuan bagi pihak perbankan melihat kualitas peminjam dari sektor budidaya rumput laut,” ulasnya.

Melalui sertifikasi profesi pembudidaya rumput laut, Maria menyebut sekaligus menjadi ajang tukar pengalaman. Sejumlah kendala dalam penyediaan bibit juga menjadi masukan bagi pihak asesor. Sebab bibit berkaitan dengan mutu produk yang dihasilkan.

Sertifikasi profesi pembudidaya rumput laut spinosum di Lampung Selatan sebutnya akan menjadi rekomendasi positif bagi pasar. Terlebih selama ini produk diserap oleh sejumlah pabrik untuk pembuatan keragenan untuk bahan baku kosmetik, kesehatan dan makanan.

“Efek positif bagi pembudidaya rumput laut dalam kompetensi profesi tentunya peningkatan skill dan juga daya saing produk semakin tinggi,” ulasnya.

Sebanyak 20 pembudidaya rumput laut yang tergabung dalam Kelompok Nelayan Sinar Semendo sebut Maria secara umum memahami praktik. Namun ia tetap memberi edukasi terkait peningkatan mutu dengan tata cara paska panen. Proses pengeringan yang baik dengan cara dijemur, dianginkan lebih baik daripada dihamparkan. Edukasi tata cara budidaya jadi ilmu baru yang akan diaplikasikan untuk meningkatkan hasil produk rumput laut.

Amran Hadi, ketua kelompok nelayan Sinar Semendo bilang selama ini pembudidaya belajar otodidak. Hanya beberapa nelayan melakukan pelatihan dari instansi terkait. Namun potensi budidaya ditularkan kepada nelayan lain untuk sumber usaha.

“Kendala pembudidaya rumput laut saat ini pasokan bibit dan juga pemasaran sehingga perlu dicarikan solusi,” ulasnya.

Paska bencana gelombang laut, sejumlah tiang pancang rusak dan tanaman lepas berimbas bibit hilang. Pembudidaya berharap adanya bantuan dari pihak terkait.

Juarsih, pembudidaya rumput laut yang masih bertahan mengaku mengandalkan bibit dari wilayah lain. Jenis rumput laut spinosum masih dibudidayakan dengan pancang dari bambu. Hasil panen sebutnya bisa mencapai 1 ton satu siklus selama 40 hingga 45 hari. Harga pada level pembudidaya mencapai Rp10.000.

Sertifikasi profesi dalam budidaya sebut Juarsih menjadi semangat untuk menekuni usaha tersebut. Sebab serapan pasar pada produk rumput laut semakin meningkat.

Sejumlah kendala sebutnya diantisipasi dengan budidaya sistem tumpang sari. Pada bagian hamparan budidaya juga dilakukan budidaya kerang hijau. Selain berfungsi meredam gelombang, budidaya tersebut bisa menjadi hasil sampingan.

Lihat juga...