Sistem Hidroponik, Mudah dan Efektif dalam Penuhi Kebutuhan Pangan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Keterbatasan lahan tidak menjadi alasan terhentinya aktivitas bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Saat ini telah terdapat banyak metode yang bisa dipilih untuk budidaya sayuran di ruang terbatas, salah satunya dengan sistem hidroponik.

Sri Hartati (61 tahun), salah satunya warga Cijantung RT 02 RW 02 yang menggunakan sistem hidroponik menanam ragam sayuran di teras rumahnya mengatakan, sistem tersebut sangat mudah dan efektif untuk budidaya ragam sayuran dalam upaya memenuhi kecukupan pangan. Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini suatu keharusan berdiam diri dirumah agar tidak terpapar virus.

“Di usia senja ini kan kita harus tetap beraktivitas agar badan sehat. Bercocok tanam hidroponik jadi pilihan saya.Tujuannya menghijaukan rumah jadi lebih asri dan nyaman, hati juga jadi senang ya,” ujar Tati demikian panggilan Sri Hartati, kepada Cendana News ditemui di rumahnya di Jalan Pandan Alas, Jakarta Timur, Senin (31/5/2021).

Dijelaskan, hidroponik adalah metode dalam budidaya tanaman dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan media tanah. Yakni, menekankan pada pemenuhan kebutuhan hara nutrisi bagi tanaman.

“Metode ini sangat efektif untuk dikembangkan di pekarangan maupun teras rumah,” ujarnya.

Ragam sayuran yang ditanam Tati, yaitu samhong atau sawi keriting, pokcai, salada air dan kangkung. Bercocok sayuran ini bagi Tati, hasil panennya bukan untuk dijual.Tetapi setidaknya untuk menyukseskan program urban farming di masa pandemi Covid-19.

Diharapkan lingkungan menjadi hijau dan asri, hasil panen sayuran juga bisa dinikmati untuk mencukupi kebutuhan pangan, tidak perlu membeli.

“Alhamdulillah salada air, kangkung dan samhong sudah panen. Ini mau panen samhong lagi. Selain dikonsumsi sendiri, saya bagikan untuk anak saya, saudara dan tetangga. Jadi tidak untuk dijual,” ujar nenek tiga cucu ini.

Meskipun pembuatan hidroponik ini termasuk mahal, tapi sejalan dengan manfaat yang dihasilkan. Antara lain kata dia, hemat ruang, terhindar dari hama, menerapkan sirkulasi air yang baik, dan pertumbuhan tanaman lebih.

“Modalnya memang besar, saya saja buat sistem hidroponik ini beli paralon dan lainnya itu sekitar Rp3,5 juta. Tapi puas, masa panen sebentar, kualitas sayuran bagus dan higienis,” ujar perempuan kelahiran Jakarta 61 tahun lalu ini.

Lihat juga...