Stress pada Penderita Asma Bisa Perburuk Kondisi

Dokter Spesialis Paru Semen Padang Hospital Dr Masrul Basyar , Sp.P (K) FISR. -Ant

PADANG – Dokter Spesialis Paru Semen Padang Hospital, Dr. Masrul Basyar, Sp.P (K) FISR., mengingatkan penderita asma agar bisa mengelola stres, terutama di masa pandemi untuk mengurangi risiko penyakit.

“Stres dapat menghambat sistem kekebalan tubuh dan orang-orang dengan asma bisa stres di tengah pandemi ini, bila kecemasan meningkat bisa menyebabkan serangan asma atau memperburuk kondisi,” kata Masrul Basyar di Padang, Rabu (26/5/2021).

Ia menyarankan, penderita asma bisa mengelola stres dan mengetahui faktor atau alergen pemicunya, sehingga dapat membantu mengelola dan menghindari serangan asma.

“Jangan tinggalkan obat asma. Orang dengan penyakit asma dapat menurunkan risiko infeksi atau mengembangkan komplikasi Covid-19 yang serius. Gunakan inhaler asma setiap hari sesuai resep,” katanya.

Ia menjelaskan, asma merupakan penyakit gangguan pernapasan pada saluran udara yang membuat pengidapnya sulit bernapas. Kondisi ini menyebabkan terjadinya peradangan saluran udara, sehingga terjadi penyempitan saluran udara sementara dan gangguan oksigen yang masuk ke paru-paru.

Menurut dia, penyempitan saluran pernapasan yang terjadi menghasilkan gejala asma secara umum, seperti sesak napas, batuk, dan sesak dada. Jika dalam kondisi parah, asma dapat mengganggu aktivitas dan ketidakmampuan untuk berbicara.

“Penyakit ini juga dapat membatasi kemampuan seseorang untuk berolahraga dan aktif. Asma yang tidak terkontrol dapat menyebabkan penderita mendapatkan beberapa kunjungan ke ruang gawat darurat hingga rawat inap di rumah sakit,” ujarnya.

Lihat juga...