Surat Bebas Covid-19, Angin Segar bagi Pelaku Usaha Transportasi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Penerapan mandatory check dengan kewajiban pelaku perjalanan membawa surat bebas covid-19 memberi angin segar bagi pelaku usaha.

Efendi, salah satu penyedia jasa travel di terminal antar moda pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan menyebut mulai mengalami peningkatan jumlah penumpang. Sebelumnya saat larangan mudik dari Kamis (6/5/2021) hingga Minggu (16/5/2021) berimbas travel tidak beroperasi.

Selama larangan mudik hingga arus balik, Efendi menyebut ia tetap mendapat penumpang. Namun jumlah penumpang berkurang dibanding hari biasa dengan jumlah mencapai 50 penumpang per hari. Trayek terminal pelabuhan Bakauheni tujuan terminal Rajabasa sebutnya menghasilkan Rp2,5 juta per hari. Tarif yang ditetapkan Rp50 ribu per orang.

Saat penerapan Mandatory Check Covid-19 ia menyebut penumpang wajib membawa surat negatif Covid-19. Pelaku perjalanan atau penumpang sebagian melakukan pemeriksaan di sejumlah titik.

Karena trayek melalui Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ia menyebut penumpang diperiksa pada Rest Area JTTS KM 20 B. Sebagian penumpang memilih melakukan rapid test di pelabuhan Bakauheni.

“Selama dua pekan pelaku usaha transportasi mengalami penurunan omzet karena penumpang berkurang hanya boleh melakukan perjalanan jika memiliki surat bebas Covid-19. Namun setelah ada pelayanan rapid test di pelabuhan Bakauheni penumpang bertambah menguntungkan pemilik usaha travel,” terang Efendi saat ditemui Cendana News, Selasa (18/5/2021).

Efendi menyebut sejumlah titik pos penyekatan juga tidak lagi bertugas. Pelaku usaha transportasi kembali bisa melayani pengguna jasa dari sejumlah kota di Lampung tujuan Bakauheni.

Meski tetap bisa mendapat penumpang, ia mengaku hanya bisa mendapat sekitar 60 persen penumpang. Pasalnya sekitar 40 persen memilih naik bus, sebagian memilih menyewa kendaraan pribadi.

Fuazi, pelaku jasa pencari penumpang atau dikenal penyengget mengaku mulai bisa mendapat penumpang. Sejumlah penumpang pejalan kaki asal Jawa sebutnya mulai menyeberang ke Lampung.

Selama dua pekan selama arus mudik ia mengaku tidak mendapat penumpang. Namun sejak ada kewajiban cek bebas Covid-19 ia bisa mendapat puluhan penumpang.

“Lumayan satu penumpang mendapat fee belasan ribu, meski jumlahnya lebih sedikit daripada dua tahun lalu,” ulasnya.

Selain bagi pelaku perjalanan dengan travel, sejumlah pelaku perjalanan dengan bus juga wajib lakukan cek kesehatan.

Fauzi mengaku membantu mengarahkan penumpang asal Rajabasa setibanya di Bakauheni. Sebelum membeli tiket pejalan kaki, kendaraan roda dua, kendaraan pribadi yang akan menyeberang wajib memiliki surat hasil rapid test.

Sejumlah penyedia jasa pencari penumpang, Fauzi (kanan) menunggu penumpang asal pulau Jawa yang akan melakukan perjalanan dengan kendaraan travel, Selasa (18/5/2021) – Foto: Henk Widi

Pelaku perjalanan sebutnya melakukan pemeriksaan pada penyedia layanan rapid test swasta. Perusahaan Bumame Farmasi menyediakan layanan swab antigen berbiaya Rp79.000.

Sejumlah pelaku perjalanan bahkan harus mengantre untuk mendapatkan pelayanan tersebut. Meski diinformasikan gratis, namun penyediaan rapid test gratis belum diberlakukan.

Pelayanan jasa penyeberangan yang lancar memberi dampak positif bagi pelaku usaha ekspedisi. Subarkah, penyedia jasa pengiriman ternak kambing asal Lampung Tengah mengaku tetap wajib membawa surat rapid test.

Ia mengaku dicek pada rest area JTTS KM 87. Membawa surat negatif Covid-19 ia mengaku bisa bekerja mengirim ternak kambing ke Bekasi.

Subarkah bilang selama angkutan mudik lebaran ia menyebut pengiriman ternak kambing meningkat. Pengiriman ternak kambing sebutnya memberinya penghasilan uang jalan Rp2,5 juta sekali pengiriman.

Pengiriman ternak kambing akan semakin meningkat sebab kebutuhan kuliner sate, sop cukup tinggi di wilayah Bekasi. Meski demikian ia menyebut mengeluarkan biaya rapid test setiap melakukan perjalanan.

Satu kali perjalanan ia menyebut membayar Rp79.000 per orang. Meski harus mengeluarkan biaya ekstra di luar tiket, uang makan, bahan bakar ia menyebut tetap bisa mengirim ternak kambing.

Selain pengirim ternak kambing melakukan pengetatan rapid test juga diwajibkan bagi kendaraan barang.

Pengemudi kendaraan barang wajib melakukan rapid test di pelabuhan BBJ dan ASDP Bakauheni.

Lihat juga...