Tak Semua Limbah Bisa Dibuat Pupuk Organik

Editor: Koko Triarko

JEMBER – Permasalahan sampah kerap kali terjadi akibat minimnya proses pendauran ulang. Padahal, jika dapat dikelola dengan baik akan memiliki manfaat yang besar.

Fathur Rozi, warga Desa Kaliwurang, Kecamatan Sumbersari, Jember, mengatakan selama sisa sampah dapat dikelola dengan baik, akan memiliki potensi yang bisa digunakan kembali, salah satunya sebagai pupuk organik.

“Selama bertahun-tahun, saya gunakan sisa sampah yang dibakar untuk dijadikan pupuk. Hasilnya selama ini berhasil saya gunakan untuk menanam beberapa tanaman rumahan, seperti sayur,” ujar Fathur Rozi, Rabu(19/5/2021).

Fathur menambahkan, awal mula dia belajar dari media sosial terkait pemanfaatan limbah sampah. Selanjutnya, ia mulai praktik langsung.

“Pengalaman yang saya dapatkan belajar dari internet. Saya coba cari-cari cara memanfaatkan limbah sampah. Dari sana saya pelajari, sedikit demi sedikit langsung saya praktikkan, dan benar ternyata ada hasilnya,” ujarnya.

Menurutnya, tidak semua limbah sampah dapat dijadikan pupuk. Sebelum proses pembakaran, perlu memilah beberapa sampah yang nantinya akan dibakar.

“Limbah sampah yang biasanya saya bakar dari daun pohon, ranting, dan limbah sampah organik. Supaya tidak menghabiskan waktu lama, selama saya membuang sampah, sudah saya pisahkan sampah yang organik dan nonorganik, nantiknya kalau sudah dirasa cukup banyak baru saya bakar,”ungkapnya.

Limbah sampah yang sudah dibakar, perlu dibiarkan kurang lebih satu hari sampai nanti benar-benar menjadi tanah.

“Setelah proses pembakaran, dibiarkan terlebih dahulu, sehingga tidak ada sisa arang yang terbakar. Selanjutnya sampah yang dibakar diayak, karena nanti dibutuhkan tanah yang lebih halus. Tanah yang sudah halus biasanya saya tambah dengan kotongan ternak kambing, setelah itu tinggal digunakan,” tegasnya.

Beberapa tanaman yang berhasil diproduksi menggunakan limbah sampah, antara lain kenikir, kacang panjang, terong, cabai, tomat dan tanaman bunga.

Sementara itu, Dika, salah satu pedagang tanaman bunga hias, mengatakan menggunakan pupuk organik lebih mudah dan cara mendapatkan cukup murah.

“Saya lebih menggunakan pupuk organik yang dibuat menggunakan kotoran hewan. Sebagian kotoran hewan juga dicampur dengan limbah organik. Karena bila secara keseluruhan menggunakan kotoran hewan, pupuknya itu panas ke tanaman. Maka, perlu kandungan lain untuk mengurangi unsur panasnya itu,” ucapnya.

Lihat juga...