Tanah Gembur Kunci Sukses Budi Daya Jahe dan Kencur

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Budi daya tanaman rimpang jenis jahe dan kencur menjadi komoditas pertanian yang menjanjikan bagi warga di Lampung Selatan. Namun, tak semua petani bisa menghasilkan panen yang memuaskan.

Suyatinah, petani di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, mengatakan tanaman jahe dan kencur bisa menghasilkan panen memuaskan jika media tanam atau tanahnya gembur dan subur, yang diperoleh dari campuran tanah dan pupuk kandang.

Ada pun  penyiapan media tanam dilakukan dengan membuat guludan tanah, yang digunakan untuk proses penyemaian sekaligus pembesaran rimpang.

Tanaman jahe dan kencur bisa ditanam pada lahan pekarangan yang gembur dan subur jadi penentu perbanyakan rimpang, -Foto: Henk Widi

“Penyiapan media tanam dilakukan sepekan sebelum pemindahan benih. Lapisan pertama berupa pasir, tanah, dan lapisan ke dua berupa kotoran ternak dan lapisan ke tiga tanah,” jelas Suyatinah saat ditemui Cendana News, Senin (17/5/2021).

Ia menjelaskan lagi, media tanam agar gembur kemudian dicangkul. Setelahm gembur, bibit kencur dan jahe yang telah bertunas bisa dipindahkan. Ia memilih jenis kencur biasa dan jenis jahe emprit atau jahe merah. Pembuatan parit dilakukan untuk pemisah petak guludan dan irigasi saat musim penghujan.

“Pembuatan parit untuk aliran irigasi bertujuan agar air tidak menggenang saat penghujan, karena bisa berdampak pada pembusukan rimpang. Pengaturan parit menyesuaikan ketinggian tanah, agar air saat hujan terbuang ke selokan,” terang Suyatinah.

Menurutnya, jarak tanam pada budi daya kencur sistem guludan 80 cm x 40 cm. Pengaturan jarak tanam memperhitungkan perkembangan tunas dan daun yang mengembang. Pertumbuhan rimpang akan makin produktif dengan penambahan pupuk Urea dan NPK. Sementara pada penanaman jahe, ia memakai jarak tanam 100 cm x 100 cm untuk pertumbuhan yang baik.

Penyiangan gulma pada budi daya kencur, dilakukan dengan membersihkan rumput. Penyiangan dilakukan setelah usia 2 hingga 3 minggu, memberi kesempatan rimpang berkembang. Setelah usia sekitar 8 hingga 12 bulan, tanaman kencur bisa dipanen. Komoditas kencur bisa dijual Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram.

Khusus pada tanaman jahe, pengaturan jarak tanam menjadi kunci produktivitas rimpang. Meski kondisi tanah gembur, pengaturan jarak tanam dan jumlah tanaman akan menentukan hasil rimpang. Agar produksi rimpang meningkat, ia melakukan pembubunan atau penimbunan. Selain tanah, ia memakai pupuk kompos dan kotoran ternak sapi.

Penggunaan pupuk kandang, akan meningkatkan produksi tunas. Produksi tunas pada rumpun tanaman jahe akan meningkat saat tanah digemburkan. Tanaman jahe bisa dipanen setelah satu tahun, dengan harga jual mencapai Rp15.000 hingga Rp20.000 per kilogram. Sebagai komoditas pertanian, rempah jahe banyak digunakan untuk jamu dan obat.

Lihat juga...