Tekan Penularan COVID-19, Akses Masuk Kudus Ditutup Sementara

Bupati Kudus, Hartopo (tiga kiri), bersama Kepala Polres Kudus, AKBP Aditya Dharma, dan Komandan Kodim 0722/Kudus, Letnan Kolonel Kavaleri Indarto, saat meninjau penutupan akses menuju Kudus di persimpangan Tanggulangin Kudus, Jawa Tengah, Rabu (26/5/2021) – foto Ant

KUDUS – Akses masuk ke Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Rabu (26/5/2021), ditutup sementara. Kebijakan tersebut dilakukan, untuk mencegah masuknya kendaraan dari luar kota termasuk wisatawan.

Upaya tersebut untuk menekan penyebaran COVID-19, yang jumlah kasusnya di Kudus semakin bertambah. Salah satu akses masuk yang ditutup adalah di Tanggulangin, yang menjadi pintu utama masuknya kendaraan dari luar daerah, terutama dari arah Semarang.

Penutupan akses, dilakukan menggunakan pembatas dan hanya menyisakan akses untuk kendaraan roda dua. “Kami memang perlu melakukan langkah konkrit, salah satunya dengan menutup akses masuk ke Kudus dan menyekat, agar warga luar daerah untuk sementara tidak masuk ke Kudus,” kata Bupati Kudus, Hartopo, saat memantau penutupan sementara akses masuk Kudus di Tanggulangin Kudus, Rabu (26/5/2021).

Menurutnya, yang dicegah masuk tidak hanya sekadar bus wisata dari luar kota. Namun, termasuk bus mikro maupun kendaraan pribadi dari luar kota. Selain mencegah masuknya warga luar kota, Tim Satgas Covid-19 Kudus juga melakukan uji cepat antigen secara acak, untuk mengecek ada tidaknya warga yang terpapar virus COVID-19.

Pemerintah Kabupaten Kudus, juga sudah menutup semua objek wisata untuk sementara waktu sambil menunggu perkembangan kasus COVID-19 di Kudus. “Jika ada penurunan, tentu aktivitas perekonomian masyarakat akan normal kembali, termasuk objek wisata di Kudus,” tambah Hartopo.

Ia mengakui tidak bisa memastikan, sampai kapan penutupan akses masuk dan penyekatan berlangsung, karena disesuaikan dengan perkembangan kasus COVID-19 di Kudus. Melonjaknya kasus COVID-19 di Kudus, yang terjadi secara sangat signifikan, salah satunya timbul dari klaster rumah tangga. Hal itu dikarenakan, aktivitas anjang sana tanpa mematuhi protokol kesehatan. Penyebarannya juga hampir merata di berbagai kecamatan di Kudus.

Dishub Kudus, menyiagakan 70-an orang personel, untuk menghalau bus wisata yang hendak masuk ke Kudus di enam titik. Mereka bertugas dalam tiga sif jaga. Pos pengawasan tersebut ada di Kerawang, Ngembalrejo, Jalan Lingkar Kencing, Tugu Dawe, Poroliman Tanjung, dan Jetak. (Ant)

 

Lihat juga...