Teknik Mematangkan Pisang dalam Tiga Malam ala Petani Arjasari

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANDUNG — Pisang merupakan salah satu jenis buah yang paling digemari masyarakat Indonesia. Hampir di setiap perhelatan, formal maupun non-formal, pisang selalu hadir sebagai jamuan pelengkapnya.

Namun tahukah anda, bahwa pisang tidak selalu matang di pohon, dia bisa dimatangkan melalui teknik memeram, dengan waktu matang yang jauh lebih cepat, seperti yang banyak dilakukan oleh para petani di Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Emen (66), petani setempat menyebut, ada beberapa teknik memeram pisang, salah satunya dengan menggunakan karung dan daun sobsi.

“Caranya, pertama kita pisahkan dulu daun sobsi dari rantingnya. Kemudian masukkan daun itu ke dalam karung secara teratur, mulai dari alasnya, kemudian seluruh pinggirannya. Sisakan ruang untuk diisi pisang di tengah nya,” jelas Emen kepada Cendana News, Senin (24/5/2021) di Kapung Kinasapuluh, Desa Pinggirsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung.

Lebih lanjut, menurut Emen, cara memasukkan pisang kedalam karung yang sudah diisi daun sobsi juga tidak bisa sembarang. Posisi pisang harus dalam keadaan tengkurap, tidak boleh dalam posisi tidur.

“Jadi satu tandan atau runtuy pisang harus dipotong menjadi beberapa sisir. Tidak bisa diperam langsung satu runtuy. Kemudian tadi, posisi harus tengkurap, kalau posisinya tidur, biasanya akan jadi busuk,” ungkap Emen.

Setelah pisang tersusun rapih, tutup lagi pisang tersebut dengan daun sobsi, lalu ikat karung hingga rapat dan taruh di tempat gelap. Kemudian karung tutup dengan plastik, agar tidak ada uap yang keluar. Dalam waktu tiga hari, pisang tersebut dipastikan akan matang.

“Ini cara yang diajarkan orang-orang tua kita dulu. Biasanya kalau mau ada hajatan kan butuh pisang, jadi kalau dipohon belum matang, ya tebang aja lalu diperam, sehingga cepat matang dan bisa dimakan saat hajatan. Rasanya pun enak,” kata Emen.

Emen, Petani asal Kapung Kinasapuluh, Desa Pinggirsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung tengah mempraktekkan teknik mematangkan pisang menggunakan karung dan daun sobsi, Senin (24/5/2021) di kebun miliknya. Foto Amar Faizal Haidar

Selain itu di tempat yang sama, Alo (40) warga Pinggirsari juga menambahkan, bahwa memeram pisang tidak harus dengan daun sobsi, tapi juga bisa dengan daun suren maupun daun pisang.

“Cuma kalau mau pakai daun pisang tidak bisa dengan karung, tapi harus dikubur di dalam tanah, karena tingkat suhu panas daun pisang itu lebih rendah,” kata Alo.

Ia menyatakan, bahwa dengan dikubur menggunakan daun pisang, proses pemeraman buah pisang bahkan bisa lebih cepat, hanya sehari semalam saja.

“Ini teknik-teknik leluhur kita. Tidak ada yang pakai bahan kimia, alami saja. Hasilnya juga enak, dan setahu saya jenis pisang apa saja bisa menggunakan teknik seperti ini,” pungkas Alo.

Lihat juga...