Teknik Sambung Pucuk, Cara Ampuh Perbanyakan Bibit Durian Unggul

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Semua orang pasti sudah tahu buah durian. Cita rasa yang khas, dengan daging buah berwarna putih hingga kekuningan, yang kaya akan kalori, lemak, vitamin dan protein, sangat disukai penggemarnya.

Di satu sisi, untuk dapat menghasilkan buah durian yang istimewa, perlu persiapan sejak awal. Mulai dari proses pemilihan varietas dan bibit unggul, pemilihan lokasi tanam, pemeliharaan, pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) hingga pasca panen.

“Budidaya durian diawali dengan proses perbanyakan bibit. Salah satunya dengan cara generatif atau penyediaan batang bawah, yang umumnya menggunakan biji. Biji yang sudah disemai dan tumbuh, dapat menjadi bahan batang bawah. Ini nantinya bisa digunakan untuk perbanyakan bibit durian, dengan sambung pucuk,” papar pegiat pertanian dari Komunitas Sekolah Berkebun Ceria (SBC) Semarang, Kemal Abdul Aziz, saat dihubungi di Semarang, Senin (24/5/2021).

Pegiat pertanian dari Komunitas Sekolah Berkebun Ceria (SBC) Semarang, Kemal Abdul Aziz, saat dihubungi di Semarang, Senin (24/5/2021). Foto: Arixc Ardana

Dipaparkan, pemilihan biji durian sebagai bibit untuk batang bawah, diharapkan dapat memberikan sejumlah keuntungan.

“Jika dibandingkan dengan sistem cangkok, pembibitan menggunakan biji ini, mempunyai perakaran yang lebih kuat, tahan terhadap penyakit tanah hingga mempunyai ketahanan terhadap cekaman atau tahan stres akibat perubahan lingkungan,” terangnya.

Pihaknya pun mendorong dalam perbanyakan bibit durian. lebih baik menggunakan teknik sambung.

“Ada tiga teknik yang bisa digunakan dalam metode sambung ini. Pertama dengan cara bud grafting atau yang kita kenal dengan cara okulasi, kemudian sambung pucuk atau enten, lalu inarching berupa menyambung tanaman hingga batang atas dan bawah, masih terhubung dengan akar masing-masing,” lanjut Kemal.

Dalam prosesnya, dirinya memaparkan tentang teknik sambung pucuk. Untuk metode ini, alat yang dibutuhkan berupa plastik PE, pisau okulasi, batang bawah bibit durian yang ditumbuhkan lewat biji, entres atau cabang yang berasal dari tanaman induk durian unggulan, dan sungkup.

“Cara relatif mudah, batang bibit durian yang dikembangkan lewat biji, dipotong diagonal memanjang, menggunakan pisau okulasi. Kemudian entres yang sudah disiapkan, dipotong sesuai pola yang sudah ada, kemudian disambungkan ke batang bawah,” terangnya.

Jika sudah pas, antara batang bawah dan batang atas (entres-red), bungkus batang tersebut dengan plastik PE, hingga rapat dan rapi. Langkah selanjutnya, tutup dengan plastik sungkup.

“Tunggu hingga muncul tunas atau daun baru dari batang atas, itu tandanya proses sambung pucuk berhasil dilakukan, dan bibit tanaman durian bisa segera dipindahkan ke lahan pertanian,” terangnya.

Sementara, Kepala UPTD Kebun Dinas Pertanian Kota Semarang, Juli Kurniawan, memaparkan ada sejumlah keunggulan dalam metode perbanyakan vegetatif, khususnya sambung pucuk pada tanaman durian.

“Proses ini bisa dilakukan lebih awal, yakni pada persemaian batang bawah yang baru berumur dua bulan, dengan tingkat keberhasilan sambungan tinggi, hingga 80 persen,” terangnya.

Dipaparkan, dengan teknik sambung pucuk tersebut, mutu genetik dari durian unggulan dapat dipertahankan dibanding dengan perbanyakan lewat biji.

“Tidak hanya itu, pohon durian dengan teknik vegetatif sambung pucuk ini, juga yang dapat berbuah lebih cepat, dan dengan mutu produksi yang lebih baik,” tandasnya.

Di lain sisi, pihaknya juga terus mendorong upaya pengetahuan dan wawasan masyarakat Kota Semarang, terkait pertanian dan perkebunan.

“Termasuk kita lakukan pelatihan terkait perbanyakan durian, yang kita lakukan pada Sabtu (22/5/20210 lalu di Urban Farming Corner Dispertan Kota Semarang. Ini juga menjadi upaya kita untuk meningkatkan minat masyarakat pada pertanian durian,” terangnya.

Terlebih, meski termasuk wilayah perkotaan, namun Kota Semarang juga memiliki varietas durian lokal unggulan, seperti Kholil, Montong Gunungpati (Monti) hingga Mandalika yang menguntungkan untuk terus dikembangkan.

Lihat juga...