Tetap Semangat Bekerja di Hari Lebaran

Editor: Koko Triarko

SEMARANG – Bagi sebagian masyarakat, Lebaran menjadi waktu berkumpul bersama keluarga. Namun bagi sebagian lainnya, karena tuntutan pekerjaan atau profesi, mereka rela tetap bekerja, agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Salah satunya profesi tenaga kesehatan, baik dokter, bidan hingga perawat.

“Sebagai seorang dokter, kita terikat dengan sumpah profesi, untuk mengutamakan kepentingan pasien dibandingkan dengan kepentingan individu. Jadi meskipun lebaran, kita tetap bertugas,” papar dr. Febrina Ernawati, dokter jaga di RSUD Wongsonegoro Kota Semarang, saat ditemui di sela bertugas, Jumat (14/5/2021).

Dipaparkan, dalam bertugas mereka juga saling bergantian dalam shift yang telah ditentukan.

Dokter Febrina Ernawati, dokter jaga di RSUD Wongsonegoro Kota Semarang, saat ditemui di sela bertugas, Jumat (14/5/2021). -Foto: Arixc Ardana

“Ada kalanya juga kalau momen libur hari besar keagamaan, seperti Lebaran ini, kita bergantian berjaga dengan teman-teman dari nonmuslim. Nanti gantian, kita yang berjaga saat teman-teman nonmuslim merayakan hari besar keagamaan mereka,” terangnya.

Febrina mengaku bertugas pada saat Lebaran, tidak berbeda dengan hari-hari biasanya.

“Tidak ada beban, kok saya harus bekerja pas Lebaran, tidak ada. Karena ini profesi yang sudah kita pilih, selain itu kita juga bekerja untuk melayani masyarakat,” tandasnya.

Di satu sisi, sebagai garda terdepan dalam pelayanan gawat darurat (ICU), dirinya juga dituntut untuk menerapkan standar operasional prosedur (SOP), yang benar dalam menangani pasien.

“Pastinya dengan memakai alat pelindung diri (APD), masker sarung, tangan, dan pakaian steril. Setiap pasien yang masuk ke UGD, selain ditanya mengenai keluhan penyakitnya, juga kita lakukan observasi apakah pasien tersebut menunjukkan gejala Covid-19,” terangnya.

Standar tersebut diterapkan karena saat ini pandemi Covid-19 masih terjadi.

“Jika menunjukkan gejala tentu akan dirujuk ke perawatan khusus Covid-19 di RSUD Wongsonegoro ini. Jika tidak ada gejala, akan kita tangani terlebih dulu. Lalu, misalkan memerlukan tindakan lebih jauh, kita sarankan untuk rawat inap,” terangnya.

Di balik tantangan pekerjaan sebagai dokter, terlebih di masa pandemi Covid-19, Febrina mengaku terus berupaya menjaga kesehatan diri. Caranya dengan pola hidup sehat dan menambah asupan multivitamin.

“Tetap semangat dan jaga kesehatan,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan dr. Ariyanto, penanggung jawab pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di RSUD Wongsonegoro Semarang.

“Meski sekarang libur lebaran, saya tetap bertugas dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Termasuk masyarakat yang tercatat sebagai peserta JKN-KIS, sebab selama libur ini, fasilitas layanan kesehatan tetap buka,” terangnya.

Hanya saja, untuk d RSUD Wongsonegoro, selama libur Lebaran layanan untuk JKN KIS hanya yang bersifat gawat darurat.

“Jika sifatnya tidak gawat darurat, tetap dilayani namun melalui Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), yang juga masih beroperasi selama libur lebaran,” ungkapnya.

Di lain sisi, bertugas saat libur Lebaran, bukan kali ini saja dialaminya. Menurutnya hal tersebut sudah menjadi risiko profesi.

“Kita jalani dengan tetap semangat dan suka cita, karena ini memang profesi kita sebagaimana sumpah dokter yang kita pegang,” pungkasnya.

Lihat juga...