Titiek Soeharto Rayakan Idulfitri di Masjid Agung At-Tin

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Siti Hediati Hariyadi, Putri Presiden Kedua RI, Jenderal Besar HM Soeharto yang akrab disapa Titiek Soeharto, hadir bersama ratusan jemaah salat Idulfitri 1442 Hijriah di Masjid Agung At-Tin, Jakarta Timur.

Mengenakan mukena warna hitam, Titiek Soeharto duduk beserta jemaah di saf depan khusus wanita. Protokol kesehatan (prokes) di tengah pandemi Covid-19 tetap dilaksanakan dalam ibadah tersebut dengan menjaga jarak dan memakai masker.

Titiek Soeharto terlihat khusyuk mengikuti rangkaian ibadah salat Idulfitri. Lantunan doa-doa juga dipersembahkan oleh para jemaah untuk almarhum Presiden Soeharto dan almarhumah Raden Ayu Siti Fatimah Hartinah atau Ibu Tien Soeharto.

Titiek Soeharto berharap, ibadah umat Islam selama bulan Ramadan mendapatkan limpahan berkah Allah SWT.

“Semoga ibadah kita diterima Allah SWT, mendapat limpahan pahala yang berlipat ganda,” ujar Titiek Soeharto kepada Cendana News  ditemui usai salat Idulfitri di Masjid At-Tin, Jakarta Timur, Kamis (13/5/2021).

Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto merayakan Idulfitri 1442 Hijriah di Masjid Agung At-Tin, Jakarta Timur, Kamis (13/5/2021). Foto: Sri Sugiarti.

Dalam doanya di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda, Titiek Soeharto juga berharap Allah SWT mengangkat wabah Covid-19  dari muka bumi sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan leluasa.

“Untuk kita semuanya, semoga Covid-19 ini cepat berlalu. Allah SWT pun mengangkat semua malapetaka ini, agar kita semua bisa beraktivitas secara normal lagi. Dan bangsa ini juga bisa terangkat dari segala macam masalah,” tandasnya.

Pada kesempatan ini, Titiek Soeharto tak lupa mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri kepada seluruh masyarakat Indonesia, utamanya umat muslim.

“Selamat Idulfitri 1442 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin. Semoga amal ibadah yang kita lakukan selalu mendapat berkah dari Allah SWT. Aamiin,” ucapnya.

Pada salat Idulfitri di Masjid Agung At-Tin, bertindak sebagai imam Ustaz H. Mustagfirin Mu’in Lc. MM, dan H. Zulkarnain S. Ag., M.Hum dari Kanwil Departemen Agama sebagai khatib.

Penerapan salat Idulfitri tahun ini memang berbeda dari situasi normal. Pengelola masjid membatasi jemaah melalui penyekatan saf. Masing-masing jemaah juga agak berjauhan dan diwajibkan mengenakan masker.

Penerapan prokes dalam ibadah salat Idulfitri seperti ini telah dilakukan sejak tahun lalu. Semua itu bertujuan mewujudkan upaya menjalankan kebijakan pemerintah terkait dengan prokes di tengah pandemi Covid-19 yang terus merajalela.

Lihat juga...