Tradisi Prepekan, Berkah Pedagang Kebutuhan Lebaran di Bandar Lampung

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Sejumlah pedagang memilih menambah volume barang dagangan jelang tradisi prepekan. Sejumlah warga bahkan memilih alih profesi memanfaatkan peluang jelang lebaran.

Mustakin, pedagang daging sapi di pasar Kangkung, Teluk Betung, Bandar Lampung menyebut tradisi prepekan telah dipersiapkan pedagang. Prepekan merupakan kebiasaan belanja sehari sebelum lebaran.

Tradisi prepekan sebut Mustakin kerap dilakukan warga untuk berbelanja makanan, pakaian dan kebutuhan lainnya.

Ia mengaku sebelumnya berprofesi sebagai tukang bangunan. Memanfaatkan peluang antusiasme warga berbelanja saat prepekan ia menjual daging sapi. Sistem bagi hasil dilakukan dengan membantu penjualan daging sapi milik salah satu penjagal sapi.

Penjualan daging sapi sebut Mustakin mulai meningkat sejak awal Ramadan. Namun peningkatan signifikan terjadi jelang tradisi prepekan bahkan sepekan sebelum lebaran. Setiap hari ia mengaku menyediakan sebanyak 200 kilogram daging sapi serta bagian daging dan jeroan. Meski harga daging sapi dibanderol mulai Rp110.000 hingga Rp140.000, stok habis terjual.

“Permintaan daging sapi yang dominan untuk usaha kuliner pada hari biasa kini meningkat oleh permintaan dari masyarakat, terlebih warga akan menggunakan daging sapi untuk membuat kuliner istimewa yang disajikan ketika menjalankan ibadah Ramadan dan lebaran Idulfitri,” terang Mustakin saat ditemui Cendana News, Minggu (9/5/2021).

Mustakin menyebut sebagai pedagang yang menjual daging sapi milik orang lain ia mendapat keuntungan. Ia bisa mengantongi uang ratusan ribu dari penjualan daging sapi yang diminati warga.

Tingginya minat akan daging sapi sebutnya berimbas pedagang kompak menaikkan harga. Kenaikan berkisar Rp10.000 hingga Rp20.000 dari semula Rp110.000 hingga Rp140.000 per kilogram.

Sobirin, pedagang ayam di pasar Bambu Kuning, Tanjung Karang menyebut jenis ayam pedaging dan ayam kampung banyak diburu warga.

Sobirin, pedagang ayam pedaging di pasar Bambu Kuning, Tanjung Karang, Bandar Lampung menyediakan kebutuhan warga saat tradisi prepekan, Minggu (9/5/2021) – Foto: Henk Widi

Daging ayam sebutnya banyak diminati warga untuk membuat opor ayam. Tradisi prepekan dengan belanja kebutuhan daging ayam sebutnya akan menjadi pelengkap tradisi kupatan. Sebab seusai lebaran Idulfitri sebagian warga akan melakukan lebaran ketupat dengan opor ayam jadi pelengkap.

Sobirin bilang harga ayam hidup berkisar Rp50.000 hingga Rp70.000 per ekor. Jenis ayam kampung bahkan bisa mencapai Rp90.000 hingga Rp120.000 per ekor. Selain menjual ayam ia juga menyediakan bebek dan enthok yang kerap digunakan untuk gulai.

Sehari ia bisa menjual rata-rata 100 ekor dari total 200 ekor stok. Permintaan diprediksi meningkat saat tradisi prepekan tiga hari mendatang.

“Permintaan akan ayam, bebek, enthok hidup sudah meningkat sepekan jelang lebaran,” cetusnya.

Nursanti, salah satu warga menyebut tradisi prepekan atau belanja kebutuhan lebaran kerap dilakukan sehari sebelumnya. Namun ia menyebut warga telah melakukan belanja kebutuhan lebaran secara bertahap.

Ia memilih membeli daging sapi dan ayam hidup. Daging sapi akan dipergunakan olehnya untuk membuat gulai dan rendang, ayam untuk opor.

“Sehari jelang lebaran nanti saya hanya membeli bumbu dapur dan kulit ketupat sehingga sudah belanja bertahap,” ujarnya.

Selain pedagang kebutuhan kuliner dalam tradisi prepekan, sejumlah pedagang pakaian lebaran ketiban berkah.

Hasanah, pedagang pakaian menyebut permintaan pakaian dominan berupa busana muslim. Permintaan yang tinggi membuat pedagang memilih memberi diskon atau potongan harga. Pembelian pakaian lebaran diprediksi masih akan berlangsung hingga tiga hari ke depan.

Ia dan sejumlah pedagang pakaian menyebut pakaian baru jenis busana muslim paling banyak dicari. Harga yang ditawarkan bervariasi mulai Rp120.000 hingga Rp200.000 per stel.

Memanfaatkan peluang minat belanja saat prepekan ia juga menyediakan sarung, peci. Sejumlah pedagang sebutnya memilih membuka toko hingga malam. Langkah itu untuk melayani pedagang yang memiliki waktu berbelanja sejak sore hingga malam.

Lihat juga...