Lebaran CDN

UPTD TPA Burangkeng Sebut Solusi Perbaikan Sudah Ada

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Kepala UPTD Dinas Lingkungan Hidup Wilayah 3 Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Yopi menyebut solusi perbaikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah sudah ada. Saat ini hanya tinggal penerapan, diharapkan tahun ini bisa terealisasi.

Kepala UPTD LH wilayah 3, Yopi, Rabu (5/5/2021) mengakui baru ditunjuk Plt UPTD Burangkeng. Foto: Muhammad Amin

“Sebetulnya persoalan TPA Burangkeng bukan rahasia umum lagi. Semua masyarakat dan stakeholder sudah mengetahui kekurangannya. Tapi solusinya sudah ada hanya tinggal menunggu penerapan saja,” ungkap Yopi kepada Cendana News, Rabu (5/5/2021).

Adapun solusi di TPA Burangkeng di antaranya penerapan tekhnologi pengurai sampah menggunakan sistem FDR. Solusi kedua adalah perluasan lahan. Keduanya rencananya mulai diterapkan tahun ini.

Pengelolaan sampah melalui teknologi di TPA Burangkeng, tegasnya sengaja memilih sistem FDR. Sistem tersebut telah diterapkan di wilayah Cilacap, Jawa Tengah dan berhasil. Alasan itu ditetapkan pengelolaan sistem FDR untuk TPA Burangkeng.

Yopi, berharap solusi penguraian sampah menggunakan kecanggihan teknologi bisa terealisasi segera. Ia hanya menegaskan bahwa ia hanya sebagai prajurit dan siap melaksanakan perintah.

“Saya itu, baru ditunjuk sebagai PLT Kepala UPTD TPA Burangkeng. Saya telah mempelajari terkait TPA Burangkeng, dan memang lahannya menyempit dan kondisi sampah sudah over kapasitas,” jelasnya.

Sementara ini imbuhnya pelayanan tetap diberikan yang terbaik sebelum penerapan teknologi dan perluasan lahan di laksanakan. Sementara melakukan open dumping untuk penguraian sampah dengan maksimal meski sistem manual agar tidak merugikan masyarakat di sekitar lokasi.

“Ada petugas menyisir gunungan sampah, untuk menempatkan kiriman sampah baru. Hanya itu yang bisa dilakukan selama belum ada alat tekhnologi, atau perluasan lahan,” jelasnya.

Untuk lahan jelas Yopi, disekitar lokasi masih tersedia dibagian selatan TPA Burangkeng, warganya pun telah menyampaikan siap untuk dijual.

“Artinya itu bisa Pemda beli untuk menambah luas lahan TPA yang sebelumnya juga terpakai oleh pembangunan tol,” pungkasnya.

Sebelumnya Ketua Persatuan Pemuda Burangkeng Peduli Lingkungan (PRABU-PL), Carsa Hamdani, mendesak pemerintah daerahnya yang mengambil langkah strategis terkait pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Burangkeng, Kecamatan Setu.

Kondisi TPA Burangkeng saat ini memasuki masa kritis overload dan kian memprihatinkan hanya tinggal tunggu waktu longsor. Sehingga stakeholder harus segera melakukan langkah strategis dalam mensikapi kondisi yang terjadi di TPA tersebut.

“Ini suatu dilema tentunya, terkait kebersihan lingkungan saat ini menjadi prioritas Kabupaten Bekasi dengan mengacu pada jargon ‘Bekasi Baru Bekasi Bersih’. Masyarakat Bekasi pun kini sudah mulai aware tentang pentingnya pengelolaan sampah dan kebersihan. Tapi tempat pengelolaan sampah akhir resmi milik pemerintah daerah TPA Burangkeng terkesan dibiarkan meski sudah overload,” tegas Carsa.

Lihat juga...