Lebaran CDN

Urap Khas Pasundan Rasanya Mantap

Editor: Koko Triarko

BANDUNG – Bumi Pasundan memiliki banyak varian olahan sayur yang populer di Indonesia, salah satunya urap. Berbahan dasar kacang panjang dicampur kelapa parut yang dibumbui pedas, membuat menu pelengkap meja makan ini terasa nikmat dan menggugah selera.

Urap sangat mudah ditemukan, baik di resto hingga pedagang lesehan kaki lima di Bandung. Harganya pun relatif murah, umumnya dengan uang Rp5.000 saja sudah bisa menikmati urap dalam porsi yang cukup besar.

Bila ingin mencoba membuatnya sendiri di rumah, Ceu Oneng, pedagang urap asal Desa Patrolsari, Arjasari, Kabupaten Bandung, berbagi resep.

Menurut Ceu Oneng, cara membuatnya sangat mudah. Pertama siapkan bahan-bahan utama urap, antara lain kelapa parut dan kacang panjang.

“Terus siapkan juga bumbu-bumbu yang perlu dihaluskan, seperti cabai merah keriting, daun jeruk, bawang putih, kencur, bawang merah, gula pasir dan terasi,” kata Ceu Oneng di Arjasari, Sabtu (1/5/2021).

Ketika bumbu tersebut sudah dihaluskan, lalu satukan kelapa parut dan bumbu halus ke dalam wadah, aduk hingga rata. “Siapkan daun pisang, bungkus kelapa parut yang sudah dicampur bumbu halus. Tusuk menggunakan lidi atau tusuk gigi hingga rapat, dan pastikan tidak tumpah,” kata Ceu Oneng.

Setelah itu, kukus kelapa parutnya kurang lebih selama 30 menit. Sambil menunggu, bisa rebus terlebih dahulu kacang panjang hingga empuk.

“Terakhir, masukkan sayuran yang sudah direbus ke dalam wadah. Campurkan bumbu urap bersama sayur-sayuran itu. Beres, deh,” jelas Ceu Oneng.

Di tempat yang sama, Esin (51), salah seorang penikmat urap menyebut, bahwa urap akan terasa lebih nikmat jika ditambahkan gorengan kacang atau gorengan ikan teri.

“Segar banget kalau dicampur teri. Jadi, ada krius-kriusnya. Saya biasaya bikin sendiri, tapi kalau lagi malas ya mending beli, murah dan ngga riber. Cuma ya itu, ngga ada terinya,” kata Esin.

Menurut Esin, yang membuat urap itu spesial dan khas adalah karena parutan kelapanya yang pedas, di tambah aroma kencur yang menawan serta sedikit rasa terasi dan daun jeruk.

“Nah, yang enak juga kalau makan urap pakai nasi liweut. Di Sunda mah terkenal ini. Wah rasanya enak sekali,” pungkas Esin.

Lihat juga...