Usaha Kuliner di Lampung Terdampak Penutupan Sementara Destinasi Wisata

LAMPUNG – Usaha kuliner di destinasi wisata di Lampung selama libur lebaran terdampak penerapan penutupan sementara oleh pemerintah daerah. Penutupan dilakukan, sebagai tindaklanjut penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

Seperti yang dialami Koidir dan Burhanudin, yang sehari-hari menggantungkan hidup dari usaha kulinernya di Pantai Ketapang. Bersama dengan Pantai Klara, Pantai ketapang menjadi tempat transit wisatawan yang akan berkunjung ke pulau Pahawang.

Keberadaan homestay, penginapan, dan tempat penitipan kendaraan, serta dermaga, menjadi berkah saat aktivitas wisata beroperasi. Namun, munculnya Surat Edaran (SE) Gubernur Lampung No.045.2/1806/V.20/2021, tentang Imbauan Penutupan Tempat Wisata atau Hiburan membuat tidak ada wisatawan yang datang.

Burhanudin menyebut, penutupan tempat wisata sejak Kamis (13/5/2021) hingga Minggu (16/5/2021), menurunkan jumlah pengunjung. “Usaha kuliner ikut bertumpu pada sektor pariwisata terutama kala lebaran. Namun, imbas larangan mudik, larangan objek wisata beroperasi, mempengaruhi omzet,” ujar Burhanudin saat ditemui Cendana News, Sabtu (15/5/2021).

Pantai Klara di Desa Batu Menyan Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, terlihat lengang karena pelarangan operasional objek wisata, Sabtu (15/5/2021) – foto Henk Widi

Pelanggan Burhanudin didominasi warga lokal, pemilik usaha jasa perahu, dan juga sejumlah warga yang tinggal di sekitar dermaga. Saat aktivitas wisata berjalan normal, ia mendapat penghasilan dari menjual kerupuk ikan. Satu bungkus kerupuk ikan, dijual Rp5.000 hingga Rp10.000. “Saat ini produk kuliner kerupuk ikan saya jual keliling, karena kios di tepi jalan juga sepi, harus kreatif berjualan dari rumah ke rumah,” ulasnya.

Koidir, pedagang sate keliling di Desa Batu Menyan, Kecamatan Teluk Pandan menyebut, omzetnya menurun, karena kunjungan wisata tidak ramai. Di hari biasa, ia bisa menjual sekira 500 tusuk sate ayam. Namun, dengan penutupan objek wisata pelanggannya berkurang. “Saat objek wisata dibuka, saya bisa mendapatkan penghasilan tambahan menjual sate, tapi karena ditutup konsumen hanya warga lokal,” bebernya.

Lihat juga...