Wabup Sikka Minta Masalah Koperasi Disampaikan dalam RAT

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE – Wakil  Bupati Sikka, Romanus Woga, meminta agar permasalahan yang dialami anggota koperasi bisa disampaikan di dalam Rapat Tahunan Anggota (RAT) bukan melalui media sosial (Medsos).

 “Saya diberitahu mengenai postingan di media sosial yang mempersoalkan KSP Kopdit Pintu Air di mana ada imbauan untuk keluar dari koperasi. Harusnya anggota sampaikan permasalahannya di RAT,” ujarnya saat ditemui di Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Jumat (21/5/2021).

Romanus menyebutkan, semua permasalahan yang dialami anggota koperasi bisa juga langsung disampaikan kepada pengurus agar bisa ditindaklanjuti bukan di medsos.

Sebagai penggerak koperasi dirinya menyesalkan adanya perilaku seperti yang disampaikan anggota koperasi melalui media sosial dan dirinya meminta agar manajemen bisa memperbaikinya.

“Dalam membangun koperasi kita harus berpegang pada perilaku baik,benar dan betul sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ucapnya.

Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga saat ditemui dalam kegiatan RAT KSP Kopdit Pintu Air di Desa Ladogahar, Jumat (21/5/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Romanus menjelaskan, Kopdit Pintu Air mendukung pemerintah dengan melakukan spin off dari sebelumnya hanya bergerak sebagai Koperasi Simpan Pinjam (KSP), kini telah melebarkan sayap ke sektor produksi.

“KSP Kopdit Pintu Air telah membuktikan dengan spin off dari Koperasi Simpan Pinjam ke sektor produksi dan koperasi bisa tumbuh besar. Ada 8 sektor produksi yang telah dimasuki seperti swalayan, pertanian dan lainnya,” terangnya.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM), Teten Masduki saat membuka RAT KSP Kopdit Pintu Air tahun buku ke-25 menyebutkan koperasi tetap bertahan selama Covid-19.

Teten menyebutkan, pihaknya khawatir dengan adanya pandemi Covid-19 koperasi bisa mengalami kesulitan likuiditas tetapi kenyataannya hal ini tidak terjadi.

Dia menambahkan, pemerintah juga memberikan bantuan dana kepada koperasi-koperasi agar bisa bertahan selama pandemi Covid-19 yang mengakibatkan sektor perekonomian terpuruk.

“Kita mendorong koperasi kredit masuk ke sektor produksi.Banyak koperasi kredit besar yang sudah menerapkannya termasuk KSP Kopdit Pintu Air dan tergolong berhasil,” ungkapnya.

Teten berpesan agar koperasi harus melakukan modernisasi dan menerapkan teknologi digital serta berani melakukan transformasi dari koperasi kredit ke koperasi produksi.

Lanjutnya, saat ini, koperasi simpan pinjam harus melakukan inovasi diversifikasi jenis usaha. Untuk itu, harus melakukan spin off , masuk ke sektor produksi menjadi pilihan.

Menurutnya, dengan menempuh langkah tersebut, koperasi dapat memenuhi kebutuhan anggota dengan membeli produk sendiri serta dapat menciptakan lapangan kerja.

“Sekarang harus masuk ke sektor produksi karena selain memenuhi kebutuhan anggota, tidak harus membeli produk dari luar dan dapat menikmati hasilnya, juga dapat menciptakan lapangan kerja,” katanya.

Lihat juga...