Walaupun Pandemi, Penjualan di Pasar Gandoang Hari ini Tetap Meningkat

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BOGOR — Peningkatan jumlah permintaan terkait bahan masakan untuk perayaan Idul Fitri, merupakan hal yang selalu terjadi setiap tahunnya. Kondisi pandemi, menurut para pedagang Pasar Gandoang Cileungsi, tidak menurunkan tingkat permintaan.

Salah satu penjual ayam, Ayu menyatakan tidak banyak perubahan dalam jumlah penjualan saat sehari sebelum Lebaran.

“Kalau dilihat dari 2019, 2020 hingga sekarang, setiap mau Lebaran pasti jumlahnya meningkat. Hampir tidak ada beda, pandemi atau tidak pandemi,” kata Ayu di sela kesibukannya melayani pembeli ayam di Pasar Gandoang Cileungsi, Bogor Timur, Rabu (12/3/2021).

Ia mengungkapkan, kalau jelang Lebaran seperti ini, sejak pukul 05.00 WIB, lapak ayamnya sudah ditunggu oleh para pelanggannya.

“Walaupun yang warteg gak belanja, tapi tergantikan oleh pembeli rumah tangga. Yang kalau Lebaran begini, beli ayamnya bisa dua atau tiga ekor. Ada yang dimasak opor, goreng atau gulai,” ujarnya.

Walaupun harga bisa dinaikkan tapi Ayu menyatakan ia tetap mematok Rp43 ribu per kilogram.

“Banyak juga yang jual Rp45 ribu per kilo. Tapi saya tetap sama aja kayak hari biasa. Kasihan, lagi pada susah juga. Masak mau Lebaran juga dibikin susah,” ujarnya.

Ayu menyebutkan biasanya penjualan sehari sebelum Lebaran bisa mencapai 3-4 kali lipat dari hari biasa.

“Kalau hari biasa, paling 150-an lah per hari. Tapi kalau mau Lebaran begini paling sedikit ya sekitar 400-500 ekor. Itu belum termasuk kalau ada pemesanan khusus, yang orangnya sudah pesan beberapa hari sebelum hari H,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Dena yang menjual bumbu giling.

“Kalau lebaran memang biasa penjualan meningkat. Terutama ya sehari sebelum Lebaran begini. Karena tidak semua orang bisa meracik bumbu yang pas dan tidak semua juga bisa giling bumbunya sampai halus,” kata Dena ditengah kesibukannya melayani pembeli.

Penjual Bumbu Giling Dena tengah melayani pembeli di lapak Pasar Gandoang, Cileungsi, Bogor Timur, Rabu (12/5/2021) – Foto Ranny Supusepa

Mayoritas bumbu yang dipesan adalah bumbu rendang, bumbu opor, bumbu gulai ayam dan bumbu sayur ketupat.

“Ada yang beli sekaligus banyak. Ada yang beli dalam bentuk Rp3 ribu atau Rp5 ribu tapi belinya banyak. Ada juga yang nyetok untuk hingga beberapa hari setelah Lebaran. Karena para pedagang baru mulai aktif antara Sabtu atau Minggu. Untuk yang pulang kampung, malah bisa Senin,” ucapnya.

Peningkatan harga yang mencolok ada pada kelapa parut, yang merupakan bagian dari hampir setiap masakan.

“Kalau biasanya sebutir itu Rp5 ribu atau paling mahal Rp7 ribu, hari ini sebutir Rp20 ribu. Itu sudah termasuk parut,” kata Dedi.

Tapi, walaupun harganya mahal, Dedi menyebutkan pembeli tetap ramai.

“Biasanya memang pada pakai kelapa parut. Kalau pakai santan instan memang lebih murah tapi rasanya tidak seenak kalau pakai kelapa parut,” pungkasnya.

Lihat juga...