Lebaran CDN

Wapres : Ketahanan Pangan Bermuara pada Kesejahteraan Masyarakat

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Wakil Presiden, KH Ma’ruf Amin mengatakan, ketahanan pangan berperan penting bagi kehidupan suatu bangsa yang akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara nasional.

“Kebutuhan pangan paling mendasar bagi manusia, maka pemerintah harus menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat agar dapat terpenuhi setiap saat,” ujar KH Ma’ruf, pada seminar nasional bertajuk Ketahanan Pangan dalam Keluarga yang digelar secara virtual oleh Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (PRK MUI) di Jakarta yang diikuti Cendana News, Senin (3/5/2021).

Menurutnya, jika suatu negara tidak dapat menyediakan pangan yang cukup bagi rakyatnya. Maka ini dapat mengakibatkan ketidakstabilan ekonomi dan menimbulkan gejolak sosial politik.

“Pangan merupakan kebutuhan dasar utama bagi manusia. Hak untuk mengakses pangan merupakan salah satu unsur hak asasi manusia (HAM),” ujarnya.

Dikatakan, dalam Undang-undang Dasar 1945 dan Deklarasi Roma Tahun 1996 menyebutkan, pangan mempunyai arti dan peran yang sangat penting bagi kehidupan suatu bangsa. Bahkan berdasarkan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan.

“Keterpenuhan pangan tersebut harus tercermin dari ketersediaan pangan yang cukup. Yakni, baik itu jumlah maupun mutunya,” tambahnya.

Ketua Umum MUI, KH. Miftachul Akhyar menambahkan, ketahanan pangan merupakan permasalahan yang sangat vital dihadapi oleh bangsa ini.

“Faktor yang menyebabkan lemahnya ketahanan pangan dan kemudian menimbulkan kemiskinan, adalah karena tidak adanya pemerataan,” ucap KH. Miftachul, pada acara yang sama.

Pada kesempatan ini, KH. Miftachul juga membantah bahwa kebutuhan pangan yang dihasilkan oleh bumi semakin berkurang.

Menurutnya, kebutuhan pangan seluruh umat telah ditentukan oleh Allah SWT, hanya dalam proses pemerataannya saja yang belum terealisasikan.

Oleh karena itu, disinilah Islam banyak berperan mengajarkan tentang bagaimana memakmurkan bumi dengan kaidah ketahanan pangan.

Namun menurutnya, sampai sekarang ini belum ada amal yang nyata dan prima untuk mengamalkan ajaran-ajaran Al-quran dan As-sunnah. Padahal Islam sudah banyak mengajarkan kaidah ketahanan pangan termasuk salah satu yang penting yaitu Az-Ziro’ah.

Az-Ziro’ah ini jelas dia, merupakan zakat hasil pertanian dan merupakan salah satu jenis zakat maal. Objeknya meliputi hasil tumbuh-tumbuhan atau tanaman yang bernilai ekonomis, seperti biji-bijian, umbi-umbian, sayur-mayur, buah-buahan, tanaman hias, rumput-rumputan, dan dedaunan.

Ketua Komisi PRK MUI, Siti Ma’rifah menambahkan, ketahanan pangan merupakan kunci untuk pengurangan penduduk miskin di Indonesia.

“Penguatan ketahanan pangan akan berdampak secara signifikan terhadap penurunan angka kemiskinan,”tambah Siti.

Lihat juga...