Warga Binaan Rutan Makassar Ikuti Pelatihan Membuat Sabun Cair

MAKASSAR  – Sejumlah Warga Binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1A Makassar, Sulawesi Selatan, diberikan pelatihan cara membuat sabun cair sebagai bagian dari peningkatan keterampilan agar bisa menjadi bekal setelah menjalani masa tahanannya.

“Alhamdulillah, Rutan Makassar terus berkomitmen untuk membangun mental warga binaan dengan berbagai bentuk pembinaan salah satunya dengan berketerampilan,” Pelaksana harian (Plh) Kepala Rutan setempat, Darmansyah, Minggu.

Pelatihan pembuatan sabun cair tersebut diselenggarakan atas kerja sama pihak Rutan dengan CV Wazh Jaya Perkasa Indonesia diikuti 18 orang napi.

Pelatihan ini merupakan salah satu wujud pembinaan bidang kemandirian bagi warga binaan, diharapkan menjadi bekal yang dapat dimanfaatkan baik sebelum maupun sesudah bebas nantinya.

Darmansyah berharap, pelatihan ini bisa menjadi sarana mendapatkan ilmu baru bahkan menjadi usaha baru yang nantinya bisa menjadi sumber ekonomi, termasuk perempuan bisa membangun ketahanan ekonomi di lingkungan rumah tangganya.

“Sesuai dalam undang-undang Pemasyarakatan, warga binaan diberikan pembinaan kepribadian dan kemandirian agar menjadi manusia yang lebih baik. Menyadari kesalahan sepenuhnya, bisa kembali ke masyarakat, berperan aktif dan produktif serta tidak mengulang perbuatannya,” ucap Kepala Seksi Pelayanan Tahanan ini.

Kepala Sub Seksi Bimbingan Kegiatan Kerja Rutan setempat, Aslan Muhammad menambahkan, ilmu dari pelatihan itu akan ditularkan kepada warga binaan lainnya secara bergilir, minimal tiap blok bisa melakukan produksi untuk digunakan di bloknya masing-masing.

“Materi yang didapatkan meliputi pembuatan sabun cuci piring, pakaian dan kendaraan yang bahan bakunya bisa didapatkan di toko terdekat. Dan hasil praktik hari ini bisa dibawa pulang warga binaan. Semoga semua semakin termotivasi,” tambah Aslan.

Sementara perwakilan CV. Wazh Jaya Perkasa Indonesia, Faisal mengatakan, pihaknya selalu siap untuk bersinergi memberikan pelatihan bagi warga binaan Rutan Makassar. Ia juga berharap ilmu yang ditularkan bisa bermanfaat bagi warga binaan.

“Ini sangat menarik, apalagi melihat antusias warga binaan dalam mengikuti pelatihan ini. Jadi kapanpun kami siap jika dibutuhkan untuk berbagi manfaat,” ujar pria akrab disapa Ical itu. (Ant)

Lihat juga...