Warga di Lamsel Rayakan Lebaran Ketupat

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Kearifan lokal masyarakat Jawa merayakan lebaran ketupat masih terjaga di Lampung Selatan. Setiap tanggal 8 Syawal, sejumlah masyarakat Jawa yang sudah lama menetap di Lampung Selatan, merayakan Bakda Ketupat, yang konon merupakan tradisi warisan Kanjeng Sunan Kalijaga.

Aminah, salah satu warga Desa Kelaten, Kecamatan Penengahan, menyebut delapan hari usai Idulfitri, sebagian warga merayakan lebaran ketupat. Sesuai namanya, lebaran ketupat identik dengan hidangan terbuat dari beras berbungkus daun kelapa itu.

Warga di Desa Kelaten, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, saat membuat cangkang ketupat, Rabu (19/5/2021). -Foto: Henk Widi

Selain ketupat, warga kerap menyajikan hidangan tape atau tapai ketan. Sebagian warga masih mempertahankan 8 Syawal untuk lebaran ketupat.

Menurut Aminah, tradisi itu berasal dari Sunan Kalijaga yang mengenalkan bakda atau lebaran ketupat. Silaturahmi tetap dilakukan dengan menyajikan hidangan ketupat dan tape ketan.

Aminah menjelaskan, pembuatan ketupat dilakukan dengan memakai daun kelapa muda atau janur. Selongsong atau kulit ketupat selanjutnya disi dengan beras, lalu dimasak. Setelah dimasak, ketupat bisa dihantarkan pada kerabat, tetangga dan warga yang lebih tua. Sebagai tambahan  lauk, dipergunakan opor ayam, semur daging sapi.

“Penggunaan kemasan daun kelapa muda atau janur dalam pembuatan ketupat juga diterapkan dalam pembuatan tape ketan memakai daun pisang, selain ramah lingkungan juga diolah dengan cara tradisional,” terang Aminah, saat ditemui Cendana News, Rabu (19/5/2021).

Aminah menyebut, pembuatan ketupat butuh waktu sekitar lima jam dengan tungku berbahan bakar kayu. Selain ketupat dengan bahan yang sama, ia juga membuat lepet. Meski bentuknya berbeda, fungsi utamanya tetap bisa dipergunakan untuk menikmati semur daging sapi. Hidangan ketupat menjadi pelengkap untuk menikmati lauk yang lezat.

Sumino, salah satu pembuat kulit ketupat, menyebut bahan janur masih kerap digunakan. Penganyaman kulit ketupat dan lepet memakai daun butuh keahlian khusus. Ia mengaku membuat kulit ketupat saat Idulfitri dan Iduladha untuk hidangan bagi keluarga dan tamu. Penggunaan kemasan dari daun menghindari sampah plastik.

“Kemasan dari daun dalam pembuatan ketupat, lepet dan tape mendukung pengurangan sampah plastik,” ujarnya.

Suyatinah, salah satu warga, menyebut membuat semur daging sapi sebagai pelengkap hidangan ketupat. Meski mulai jarang dirayakan, namun bagi sebagian warga lebaran ketupat memiliki makna penting. Sebab, proses pembuatan ketupat dan lauk kerap dipergunakan untuk berbagi. Rasa syukur dalam lebaran ketupat dilakukan dengan saling berkirim menu ke tetangga.

Lihat juga...