Warga Kedungkandang Ini Buka Warung Berkat ‘Modal Kita’

Editor: Koko Triarko

MALANG – Warga desa binaan Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri), di Kedungkandang, Malang, Jawa Timur, mengaku bisa membuka usaha warung sembako dari pinjaman Modal Kita yang dikelola Koperasi Unit Desa (KUD) Suluh Sejahtera Mandiri. 

Ulfia, warga Kedungkandang RW 5, RT 1 itu mengaku sangat terbantu dengan adanya pinjaman Modal Kita. Menurutnya, selama dua tahun menjadi anggota koperasi KUD Suluh Sejahtera Mandiri, ia telah mengajukan dua kali pinjaman Modal Kita yang digunakannya untuk memulai usaha dan membesarkan usahanya.

“Alhamdulillah, Modal Kita ini sangat membantu masyarakat untuk memulai usaha, sehingga ada tambahan pemasukan untuk keluarga,” akunya kepada Cendana News, Selasa (18/5/2021).

Disebutkan Ulfia, pinjaman pertama Rp2 juta digunakan untuk modal membuka usaha sembako online. Sedangkan pinjaman yang ke dua Rp5 juta untuk tambahan modal usaha sembako dan usaha berjualan pisang.

“Untuk usaha sembako seperti beras, minyak, mie dan juga gas elpiji 3 kg, semuanya kulakan dari Warung Kita untuk kemudian dijual lagi ke tetangga dan Ibu-ibu PKK. Sedangkan untuk dagang buah, kalau ada pisang murah kita beli terus dimatangkan di rumah, kemudian kita jual lagi di pasar,” ucap ibu dua orang anak ini.

Lebih lanjut disampaikan Ulfia, selama dua kali mengajukan pinjaman Modal Kita, semua pembayaran angsurannya berjalan dengan lancar. Meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini.

“Untuk pinjaman Rp5 juta ini angsurannya memang cukup besar, Rp500 ribu per bulan selama satu tahun. Tapi alhamdulillah selama ini pembayaran agsurannya lancar, karena saya selalu menyisihkan uang dari keuntungan usaha untuk membayar angsuran,” terangnya. Ke depan, ia pun mengaku akan mengajukan pinjaman lagi jika memang diperlukan.

Sementara itu sang suami, Rohim, mengaku bersyukur istrinya bisa mengatur keuangan dengan baik, sehingga tidak terjadi tunggakan angsuran. Karenanya, ia terus mendukung usaha sang istri dengan memberikan pelayanan antarbarang kepada konsumen.

Dikatakan Rohim, agar pembayaran angsuran pinjaman modal usaha Modal Kita bisa berjalan lancar, istrinya selalu menyisihkan beberapa persen dari keuntungan usahanya untuk angsuran. Sehingga meskipun dalam masa pandemi, istrinya masih tetap bisa mengangsur.

“Jadi, manajemen keuangannya yang untuk angsuran itu memang harus wajib setiap hari menyisihkan uang, entah itu Rp5 ribu, entah Rp10 ribu, yang penting harus ada uang yang disisihkan biar bisa angsurannya lancar,” pungkasnya.

Lihat juga...