Warga Semarang Manfaatkan Polybag Untuk Budi Daya Empon-empon

Editor: Koko Triarko

Warga Tembalang Semarang, Diah, memanfaatkan polybag untuk budi daya empon-empon di lahan sempit di rumahnya, Senin (31/5/2021). –Foto: Arixc Ardana

SEMARANG – Menanam di lahan sempit? Kenapa, tidak. Memanfaatkan polybag, pot atau wadah bekas lainya, bisa digunakan untuk menanam beragam sayur hingga empon-empon. Termasuk dengan alat-alat seadanya, halaman bisa diubah bak swalayan kebutuhan dapur, tanpa harus keluar rumah.

Hal tersebut dibuktikan Diah, warga Tembalang Kota Semarang. Meski tidak memiliki lahan tanah, beragam tanaman empon-empon, seperti jahe, kunyit putih, kunci, lengkuas, hingga kunir, tumbuh subur di halaman rumahnya.

“Saya memilih menanam sendiri beragam empon-empon untuk kebutuhan masak sehari-hari. Ada beragam jenis, seperti kunir, kunyit putih, jahe, lengkuas, pokoknya yang sering saya pakai buat bumbu masak,” terangnya saat ditemui di rumahnya, Senin (31/5/2021).

Dipaparkan, meski tidak memiliki lahan tanah, dirinya memanfaatkan polybag tempat menanam. Sementara, untuk media tanam, ibu tiga anak ini menggunakan campuran sekam, kompos daun dan tanah.

“Cara penanaman empon-empon ini mudah sekali. Tinggal disiapkan wadah polybag, kemudian diisi media tanam, baru ruas empon-empon dimasukkan ke dalamnya. Lalu, disiram. Sudah begitu saja, dalam hitungan hari, biasanya sudah muncul tunas. Pemeliharaannya pun mudah, cukup disiram agar media tanam tetap lembap,” terangnya.

Saat membutuhkan, dirinya tinggal memotong bagian ruas empon-empon yang diinginkan, tanpa harus mencabut tanamannya. “Mudah memotongnya karena memakai polybag, selain itu media tanam yang dipakai juga tidak terlalu padat jika dibandingkan dengan hanya memakai tanah semuanya,” tambahnya.

Di satu sisi, tanaman empon-empon tersebut bisa dipanen jika seluruh daun sudah mulai mengering. Menjadi penanda, bahwa empon-empon sudah cukup umur.

Terpisah, hal senada juga disampaikan Eri Widiarti, warga Tembalang. Dirinya juga memanfaatkan polybag untuk menanam aneka empon-empon di halaman rumahnya.

“Ruas empon-emponnya beli dari tukang sayur. Biasanya dalam satu plastik bumbu dapur berisi macam-macam, seperti jahe, lengkuas, kunir, kunyit, sereh, daun salam, daun jeruk. Saya ambil empon-emponnya, cuci bersih, kemudian ditanam,” ungkapnya.

Dengan cara tersebut, dirinya mengaku mampu memenuhi kebutuhan bumbu dapur secara mandiri.

“Kalau mau bagus lagi, beli empon-empon sebagai bibit di supermarket. Beli cukup 1-2 ruas saja, pilih yang kualitasnya bagus. Kemudian dipotong-potong sesuai mata tunasnya, baru kemudian ditanam,” tambahnya.

Empon-empon termasuk tanaman yang tahan serangan hama, sehingga tidak perlu perawatan khusus.

“Terpenting rutin disiram dan disiangi dari tanaman gulma, seperti rumput dan lainnya yang ikut tumbuh dalam polybag. Selain itu, empon-empon termasuk tanaman yang butuh sinar matahari secara langsung, jadi polybag tersebut ditaruh ditempat terbuka,” pungkasnya.

Lihat juga...