Wisata Gua Lawa di Purbalingga Mulai Ramai Pengunjung

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURBALINGGA – Pascalebaran tempat-tempat wisata mulai ramai dikunjungi masyarakat, termasuk wisata Gua Lawa yang berada di Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Wisata gua terbilang aman karena minim interaksi antarpengunjung, sehingga banyak orang yang memilih wisata tersebut.

Gua Lawa ini termasuk gua vulkanik yang terbentuk dari lava pegunungan aktif yang meleleh dan mengalami pendinginan beribu-ribu tahun lalu.

Untuk menikmati keindahan Gua Lawa, terlebih dahulu pengunjung harus menuruni lubang tanah yang menganga dan menelusuri lorong-lorong gelap. Tak perlu khawatir, sebab ada guide yang siap mendampingi pengunjung, mulai ujung lorong hingga akhir perjalanan.

Salah satu pengunjung Gua Lawa, Hutrianto mengatakan, dipilihnya wisata goa karena selain dipandang lebih aman daripada berwisata di kolam renang, juga untuk memberikan edukasi kepada anak tentang gua.

“Sebenarnya sudah beberapa kali ke Gua Lawa ini, tidak pernah bosan karena suasana dalam gua jarang kita jumpai di luar sana dan juga banyak pengetahuan yang bisa diberikan kepada anak terkait hal-hal yang terdapat di dalam gua ini, seperti berbagai macam jenis bebatuan, stalaktit di langit-langit gua, hingga cerita dan sejarah Gua Lawa ini,” tuturnya, Minggu (30/5/2021).

Hanya saja untuk bisa berwisata di Gua Lawa ini, dibutuhkan stamina yang prima. Sebab, pengunjung akan menyusuri jalur bawah tanah yang cukup panjang, dengan jalan setapak yang sempit dan beberapa ada yang licin.

Sepanjang perjalanan, pengunjung disuguhi kesejukan mata air yang terus menetes dari dinding-dinding gua. Pada beberapa tempat, ada cahaya yang masuk dari lubang di atas gua, lubang ini memang berfungsi sebagai ventilasi gua dan terbentuk dari proses alam murni.

Di dalam gua ada banyak bebatuan atau sendang yang memiliki cerita-cerita sendiri, sebagaimana disampaikan oleh guide. Saat pertama masuk misalnya, terdapat Gua Batu Semar, batu ini sangat mirip dengan sosok tokoh pewayangan Semar, sehingga diberi nama Batu Semar. Ada juga Doa Dada Lawa, yang bentuknya seperti dada kelelawar berukuran besar.

Jenis bebatuan di dalam gua sangat beragam, mulai dari bentuk dan warnanya. Hanya saja, kondisinya gelap, sehingga dibutuhkan alat penerang untuk menyusuri gua.

Selain itu juga ada beberapa kolam atau sendang yang tidak pernah kering sepanjang tahun. Banyak pengunjung yang meyakini, bahwa kolam yang diberi nama Sendang Slamet tersebut airnya berkhasiat membuat awet muda, bagi yang membasuh muka di sendang tersebut.

Ada juga Sendang Drajat yang mata airnya diyakini masyarakat mendatangkan rezeki bagi yang meminumnya.

Salah satu pengunjung, Syena berfoto di pintu masuk Gua Lawa, Minggu (30/5/2021). Foto: Hermiana E. Effendi

“Guanya bagus, tetapi memang harus dengan pemandu masuknya, supaya tidak tersesat dan kita selalu diingatkan kalau ada jalan yang licin atau dinding goa yang menonjol ke bawah, supaya tidak terbentur kepala,” kata pengunjung lainnya, Syena, siswa SMP yang mengaku mendapat banyak pelajaran dari berwisata di Gua Lawa.

Lihat juga...