Lebaran CDN

Wisata Petik Buah di Kota Semarang Masih Diminati

Editor: Koko Triarko

SEMARANG – Wisata petik buah menjadi salah satu alternatif wisata di Kota Semarang. Selama bulan Ramadan tetap ada wisatawan yang datang berkunjung, meski jumlahnya menurun. Hal tersebut terlihat di Agrowisata Cepoko Gunungpati dan Agrowisata Purwosari Mijen, yang menjadi dua lokasi agro wisata petik buah di ibukota provinsi Jateng tersebut.

“Saat ini masih ada wisatawan yang berkunjung ke Agrowisata Cepoko dan Purwosari, namun memang jumlahnya menurun. Selain karena bulan Ramadan, jadi banyak yang menjalankan ibadah puasa, juga karena tanaman yang ada sedang berganti musim,” terang Kepala UPTD Kebun Dinas Pertanian Kota Semarang, Juli Kurniawan, saat dihubungi di Semarang, Minggu (2/5/2021).

Dijelaskan, saat ini meski menjelang akhir musim buah jambu kristal, namun sudah memasuki musim buah kelengkeng. “Jadi, pengunjung masih tetap bisa petik buah jambu kristal, meski jumlahnya sudah berkurang. Sebentar lagi setelah Lebaran kita perkirakan sudah memasuki musim kelengkeng, jadi ini bisa menjadi pilihan,” terangnya.

Pihaknya pun mempersilakan masyarakat yang ingin berkunjung ke agrowisata yang ada di Kota Semarang tersebut, namun karena saat ini masih pandemi Covid-19, para pengunjung yang akan berwisata diharuskan menghubungi pengelola terlebih dulu.

Salah seorang wisatawan, Ruth Novita yang ditemui di Agrowisata Cepoko Gunungpati Semarang, Minggu (2/5/2021). –Foto: Arixc Ardana

“Silakan reservasi terlebih dahulu melalui kontak, yang tertera di media sosial facebook maupun instagram Dinas Pertanian Kota Semarang. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan pengunjung,” paparnya.

Dijelaskan, dalam satu rombongan maksimal 20 orang, namun jika lebih, pihaknya akan membagi rombongan tersebut dalam beberapa kebun.

“Selain itu, mereka yang berkunjung ke agrowisata juga wajib memakai masker. Wisatawan yang datang juga akan kita cek suhu badannya sebelum masuk ke area. Kunjungan lebih banyak dilakukan pada sore hari, pada hari Sabtu-Minggu,” tandas Juli.

Terpisah, salah seorang wisatawan, Ruth Novita yang ditemui di Agrowisata Cepoko Gunungpati, mengaku datang bersama teman-temannya, namun karena belum reservasi, dirinya tidak bisa masuk.

“Ada imbauan untuk reservasi terlebih dahulu selama pandemi Covid-19. Jadi tadi tidak bisa masuk, karena pintu masuk area ditutup pakai tali dan diberi tanda dilarang masuk,” terangnya.

Meski demikian, hal tersebut tidak terlalu membuatnya kecewa. Dirinya masih bisa berjalan-jalan di sekitar Agrowisata Cepoko. Termasuk melihat-lihat kebun bibit yang ada di lingkungan tersebut.

“Tadinya ke sini mau petik buah jambu kristal, namun karena tidak bisa masuk, cukup jalan-jalan di sekitar. Kalau ingin jambu kristal, di depan pintu masuk juga ada banyak pedagang buah yang menawarkan dagangannya. Jadi, tetap bisa bawa pulang jambu kristal,” terangnya.

Sementara pengunjung lainnya, Restu Indah, juga menyampaikan hal serupa. “Ini sambil lihat-lihat kebun dari pintu masuk, ada banyak pohon kelengkeng yang sudah berbuah, namun karena belum masak, jadi tidak bisa dipetik. Nanti akan ke sini lagi kalau kelengkengnya sudah siap petik,” ungkapnya.

Salah seorang pedagang buah, Nuryati, mengaku selama Ramadan masih banyak pengunjung atau wisatawan yang datang ke Agrowisata Cepoko.

“Namun karena tidak bisa masuk, mereka hanya berkeliling di sekitar area depan, tapi tidak masuk ke dalam kebun,” ungkapnya.

Kehadiran para pengunjung tersebut juga membawa berkah bagi dirinya dan penjual buah lainnya. Banyak dari wisatawan yang datang tersebut, kemudian membeli berbagai buah-buahan yang mereka jual. Khususnya jambu kristal yang menjadi unggulan di agrowisata tersebut.

“Ya, tetap bisa memberi rezeki buat kita para penjual buah di kawasan Agrowisata Cepoko,” pungkasnya.

Lihat juga...