2021, Produksi Beras di Boyolali Ditargetkan 160.000 Ton

BOYOLALI – Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali di Jawa Tengah, menyebutkan pihaknya menargetkan produksi pangan di daerah itu, hingga akhir 2021 mencapai 160.000 ton setara beras.

“Kami menargetkan produksi beras 160.000 ton, sehingga kebutuhan beras di Boyolali sangat tercukupi dan mudah-mudahan surplus 42.000 ton,” kata Kepala Dispertan Kabupaten Boyolali, Bambang Jiyanto, di sela memantau ketersediaan pangan di Desa Sembungan Nogosari Boyolali, Rabu.

Bambang Jiyanto menjelaskan Dispertan Boyolali menjelang musim pancaroba memantau di beberapa lahan pertanian di beberapa daerahnya terkait ketersediaan pangan.

“Kami memantau lahan tanaman padi di Desa Sembungan, Kecamatan Nogosari Boyolali yang hingga di Musim Tanam 2 (MT2), komoditas beras mampu panen lahan seluas 197 hektare. Pada bulan Juni-Juli akan memanen lahan tanaman padi di 2.000 hektare,” kata Bambang.

Menurut Bambang data tersebut didapat karena saat ini masih terdapat tanaman padi yang tertanam atau kerap disebut standing crop di area seluas 17.779 hektare dengan asumsi luas lahan satu hektare mampu menghasilkan produktivitas tanaman (provitas) sebanyak 5,7 ton gabah kering panen.

Pihaknya optimistis target capaian 2021 ini, produksi pangan di Boyolali dapat terpenuhi. Hal tersebut dibarengi dengan harga jual beras yang terbilang cukup bagus.

Bambang menjelaskan, harga gabah kering panen saat ini, cukup bagus rata-rata dijual Rp4.300 per kilogram untuk yang dipanen dengan (mesin) combine, Rp4.000 untuk yang dipanen biasa,dan harga gabah kering giling Rp5.000 hingga Rp 5.200 per kilogram.

“Para petani sekarang sudah mulai terbiasa untuk dipanen secara combine sehingga hasilnya lebih bagus. Petani semakin sejahtera,” katanya.

Selain itu, petani di Desa Ketitang, Kecamatan Nogosari Boyolali, pada MT2 ini, juga diprediksi bakal panen tanaman padinya dengan luas 400 hektare, Juli mendatang.

Oleh kerena itu, Dispertan Kabupaten Boyolali memastikan ketersediaan di daerahnya pada musim pancaroba masih aman dan diperkirakan surplus. (Ant)

Lihat juga...