87% Kasus Kematian Covid-19 karena Pasien Belum Divaksin

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Angka kematian akibat terpapar covid-19 di Jateng, dalam dua minggu terakhir terus meningkat.

Dari data corona.jatengprov.go.id per Senin (14/6/2021) pukul 18.00 WIB, jumlahnya mencapai 14.044 orang, angka tersebut bertambah 75 orang dibanding pada Minggu (13/6/2021) lalu.

“Angka kematian akibat covid-19 di Jateng terus bertambah. Hal ini seiring dengan peningkatan kasus covid-19 yang juga mengalami kenaikan dengan pesat. Terutama di Kabupaten Kudus, dan sejumlah wilayah yang masuk zona merah, angkanya juga terus naik,” papar Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo saat dihubungi di Semarang, Senin (14/6/2021).

Dipaparkan, dari peningkatan kasus kematian akibat covid-19 dari data Dinkes Jateng 9 Mei – 13 Juni 2021, disebutkan sebanyak 87 persen yang meninggal ternyata belum divaksin. Sementara yang sudah divaksin dan meninggal, sekitar 2,3 persen, dan rata-rata baru vaksin dosis pertama.

“Ini artinya, vaksinasi memang menjadi kunci penanganan covid-19. Untuk itu, kita meminta seluruh daerah di jateng, untuk meningkatkan program vaksinasi. Meski saat ini jumlah vaksin masih belum mencukupi, tapi kita minta stok yang masih ada di berbagai daerah segera dihabiskan (disuntikkan-red),” terangnya.

Termasuk saat ini, pihaknya menggelar vaksinasi di Sentra Vaksin Grhadika di kompleks kantor Gubernuran Jateng, yang diperuntukkan bagi masyarakat Jateng, juga menjadi upaya percepatan tersebut.

“Syaratnya cukup bawa KTP, kita siapkan 1.000 dosis, pelayanan panjang sampai akhir Desember 2021. Orang luar Jateng domisili di sini pun juga boleh. Targetnya 1.000 dosis per hari,” jelas Yulianto.

Vaksinasi serupa juga terus dilakukan terutama di delapan wilayah yang masuk zona merah, yakni Kabupaten Brebes, Tegal, Kudus, Jepara, Demak Pati, Grobogan dan Sragen.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, Abdul Hakam, memaparkan saat ini proses vaksinasi covid-19 juga terus digencarkan, dengan menyasara lansia, pralansia, hingga pekerja di pelayanan publik.

“Kita gencarkan terus, mulai dari vaksinasi drive thru di Klenteng Sam Poo Kong, jemput bola ke masyarakat dengan mendatangi ke RT/RW, hingga vaksinasi pra lansia yang dilakukan di 37 puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya di Kota Semarang,” terangnya.

Sejauh ini, dari vaksinasi untuk lansia sudah mencapai 97.281 orang dari jumlah sasaran 150 ribu lansia. Sementara, data yang lain saat ini masih dilakukan verifikasi.

“Kita berharap dengan adanya vaksinasi ini, dapat mengurangi risiko terpapar covid-19. Meskipun tidak menutup kemungkinan masih bisa kena, namun setidaknya dengan vaksinasi, dampaknya bisa ditekan dan mengurangi resiko kematian,” pungkasnya.

Lihat juga...