Alvin Bahar Menatap Juara Nasional Balap Mobil Kesembilannya

Kendaraan yang digunakan pebalap nasional Alvin Bahar (kanan) pada balapan ISSOM 2021, kelas Kejurnas ITCR Max di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (13/6/2021) - Foto Ant
JAKARTA – Pebalap senior, Alvin Bahar, terus menancapkan tajinya di lintasan balap mobil nasional. Saat ini, dia mulai menatap gelar juara nasional kesembilan, setelah tampil apik pada seri dua ISSOM 2021, kelas Kejurnas ITCR Max yang digelar di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (13/6/2021).
Bagi pebalap Honda Racing Indonesia tersebut, kemenangan di Sentul akhir pekan lalu adalah yang kedua, setelah pada seri pertama Maret lalu juga meraih prestasi tertinggi. Hanya saja pada seri dua ini, sempat terjadi kendala transmisi pada kendaraannya. “Kami bahkan tak punya waktu untuk segera mengatasi problem, karena waktu sangat terbatas. Masalah terasa di Sabtu, dan Minggu sudah harus balapan. Jadi, sabar sampai tuntas. Syukur tetap bisa mempertahankan posisi pertama,” kata Alvin Bahar, Senin (14/6/2021).
Meski merajai dua seri, perjuangan Alvin Bahar untuk mengejar juara nasional kesembilan tidak mudah, mengingat banyak pebalap yang terus memberi tekanan. Sebut saja ada Demas Agil dan Haridarma Manoppo, kedua pebalap ini juga tampil konsisten sehingga layak diwaspadai oleh gacoan tim Honda Racing Indonesia itu.
Tidak menutup kemungkinan, Haridarma Manoppo dan kawan-kawan bakal menjadi batu sandungan Alvin Bahar, pada balapan seri tiga yang akan digelar Juli mendatang. Meski demikian, Alvin tetap optimistis dengan apa yang dilalukan, termasuk kesiapan kembali balapan.

Di Kejurnas ITCR 1200, anak sulung Alvin Bahar, yakni Avila Bahar, juga tampil cukup bagus dengan menempati posisi tiga. Hasil itu juga membutuhkan perjuangan yang cukup berat, mengingat banyak pesaing juga memiliki tujuan yang sama. Sementara itu, satu-satunya pembalap wanita yang juga membela tim Honda Racing Indonesia, Canya Prasetyo, mampu menyudahi lomba dengan baik pada debutnya di ISSOM.

“Yang pasti, kami belajar di setiap seri dan putaran ketiga nanti pastinya kami bahkan tak punya waktu untuk segera mengatasi problem karena waktu sangat terbatas,” kata mahasiswi vokasi Universitas Indonesia itu dengan optimistis. (Ant)

Lihat juga...