Angin Kencang Rusak Tanaman Jagung Petani di Kabupaten Bandung

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANDUNG — Sejumlah petani jagung di Desa Pinggirsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat terpaksa harus melakukan panen dini akibat tanaman mereka rusak diterpa angin kencang yang terjadi beberapa hari terakhir.

Deden, Petani jagung asal Desa Pinggirsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat saat ditemui di kediamannya, Senin (21/6/2021). Foto : Amar Faizal Haidar

“Pohon jagung sudah tidak bisa dibenarkan lagi, kalau kata orang sunda, wayahna (mau tidak mau) harus dipanen,” ujar Deden (39) petani setempat, saat ditemui di kediamannya di Kampung Babakan, Senin (21/6/2021).

Dalam sepekan terakhir ini, sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung memang terus diguyur hujan dengan intensitas tinggi, beserta angin kencang. Fenomena tersebut cukup mengherankan petani, karena biasanya Juni sudah masuk musim panas.

“Jadi sulit diprediksi cuaca sekarang,” kata Deden.

Ia pun mengaku bersyukur, karena jagung miliknya masih bisa dijual meskipun dengan hasil yang relatif kecil, lantaran usia jagung sejatinya belum memasuki masa panen.

“Saya tanam jagung sekitar setengah hektare, 40 persennya rusak. Tapi Alhamdulillah masih bisa dijual,” tukas Deden.

Akibat angin kencang yang terjadi belakangan ini, petani tembakau pun turut merasakan hal serupa. Emen satu di antaranya.

“Pohon tembakau saya juga beberapa rusak parah,” ucap Emen.

Menurutnya, biasanya pada Juni, ia sudah mulai menjemur tembakau yang telah diiris, namun saat ini hal tersebut tidak dilakukan, lantaran hujan terus terjadi hampir setiap hari.

“Dari pagi sudah mendung, tidak ada matahari, tidak bisa jemur bakau. Terpaksa makin lama ini bisa dijualnya,” pungkas Emen.

Lihat juga...