Antisipasi Penyebaran COVID-19 Varian Baru, Dinkes Boyolali Upayakan Deteksi Dini 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Ratri S Survivalina, saat memberikan keterangan perkembangan kasus COVID-19 di Boyolali - foto Ant
BOYOLALI – Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah (Jateng), melakukan upaya deteksi dini kepada masyarakat di daerahnya, dalam upaya mengantisipasi penyebaran kasus COVID-19 khusus varian baru.
Hal itu dilakukan, sebagai tindaklanjut, terhadap laporan peningkatan kasus yang sangat tajam di wilayah Kabupaten Kudus Jateng. “Kami dalam upaya mengantisipasi penyebaran kasus COVID-19 khususnya varian baru perlu melakukan deteksi lebih dini di masyarakat,” kata Kepala Dinkes Boyolali Ratri S Survivalina, di Boyolali, Senin (14/6/2021).
Upaya deteksi dini dilakukan dengan melakukan surveilans ketat, mendeteksi setiap orang yang memiliki riwayat perjalanan ke Kabupaten Kudus, untuk dilakukan tes cepat antigen. “Jika ditemukan hasil antigen positif, maka segera dilakukan karantina dan melanjutkan dengan pemeriksaan tes PCR,” tambah Ratri.

Jumlah kasus COVID-19 di Boyolali, hingga Minggu (13/6/2021) malam, bertambah 52 kasus. Sehingga secara alkumulatif jumlahnya ada 8.388 kasus. Jumlah aktif COVID-19 di Boyolali sebanyak 398 kasus, yang terdiri dari masih dirawat di rumah sakit 123 kasus dan menjalani isolasi mandiri ada 275 kasus.

Jumlah pasien COVID-19 yang sudah dinyatakan sembuh di Boyolali ada sebanyak 7.633 kasus atau sekitar 91 persen, dan meninggal dunia ada 357 kasus atau sekitar 4,3 persen. “Boyolali kini skoring indeks kesehatan masyarakat (IKM) COVID-19 pada angka 2,21 atau masuk zona resiko sedang,” jelasnya.

Sementara itu, tingkat keterisian rumah sakit rujukan COVID-19 di Boyolali hingga saat ini, mencapai 100 pasien atau sekitar 69 persen dari total kapasitas yang ada sebanyak 144 bet. Kendati demikian, pihaknya meminta khususnya masyarakat, untuk tetap menerapkan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menjauhi kerumunan), untuk percepatan memutus mata rantai penyebaran virus Corona. (Ant)

Lihat juga...