AS dan Inggris Diharap Setuju Buka Kembali Perjalanan

WASHINGTON – Presiden AS, Joe Biden, dan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, diharapkan setuju untuk bekerja sama membuka perjalanan antara kedua negara sesegera mungkin.

Biden, yang tiba di Inggris pada Rabu untuk perjalanan luar negeri pertamanya sebagai presiden, akan bertemu dengan Johnson di Cornwall pada Kamis menjelang pertemuan para pemimpin negara maju Kelompok Tujuh yang dimulai Jumat, kata pernyataan itu.

Pada Selasa, pemerintahan Biden membentuk kelompok kerja ahli dengan Inggris, Kanada, Meksiko, dan Uni Eropa untuk menentukan cara terbaik untuk memulai kembali perjalanan dengan aman setelah 15 bulan pembatasan pandemi.

Pejabat maskapai AS dan Inggris mengatakan, mereka memperkirakan Washington tidak akan mencabut pembatasan sampai sekitar 4 Juli paling cepat.

Maskapai dan lainnya telah menekan pemerintah untuk mencabut pembatasan pada sebagian besar warga negara non-AS yang telah berada di Inggris, 26 negara Schengen di Eropa tanpa kontrol perbatasan, Irlandia, Cina, India, Afrika Selatan, Iran, dan Brazil.

Kedua pemimpin diperkirakan akan menyepakati “Piagam Atlantik” baru yang ambisius, seperti yang ditandatangani oleh Perdana Menteri Winston Churchill dan Presiden Franklin Roosevelt pada 1941, yang menetapkan tujuan mereka untuk dunia pascaperang.

Piagam baru memetakan rencana kerja sama yang erat di delapan bidang, termasuk “mempertahankan demokrasi, membangun sistem perdagangan yang adil dan berkelanjutan, menangani serangan dunia maya, memerangi perubahan iklim, dan mengakhiri pandemi virus corona.

Salah satu tujuan utama adalah melanjutkan perjalanan yang aman, kata pernyataan Inggris. Sebelum pandemi, lebih dari 5 juta orang Inggris mengunjungi Amerika Serikat dan lebih dari 4,5 juta orang Amerika mengunjungi Inggris setiap tahun – lebih banyak dari negara lain mana pun.

Gugus tugas perjalanan baru akan membuat rekomendasi untuk membuka kembali perjalanan dengan aman, dan memastikan Inggris dan Amerika Serikat bekerja sama dengan erat dalam kebijakan perjalanan internasional ke depan.

“Hubungan antara Inggris dan AS tidak hanya penting bagi rakyat kami, mereka menciptakan dan mempertahankan pekerjaan lintas dan menyeluruh di kedua negara kami,” kata pernyataan itu. (Ant)

Lihat juga...