Begini Ciri-Ciri Terinfeksi Virus COVID-19 Varian Baru

Editor: Maha Deva

Bupati Banyumas, Achmad Husein di Purwokerto, Sabtu (5/6/2021). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

PURWOKERTO – Adanya kecenderungan peningkatan kembali jumlah kasus positif COVID-19, membuat Bupati Banyumas, Achmad Husein, merasa perlu mencari tahu perkembangan di seputar virus COVID-19 varian baru.

Hasilnya, ada beberapa ciri varian baru yang antara lain, bergejala lebih berat dan mampu menyerang orang yang sudah menjalani vaksin. Sebagaimana diketahui, virus COVID-19 varian baru saat ini tengah menjadi perhatian serius pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, dalam kunjungannya ke Banyumas beberapa waktu lalu juga mengingatkan, saat ini Indonesia tengah mewaspadai tiga varian baru COVID-19. Yaitu, yang berasal dari Inggris, Afrika Selatan dan India.

Dari tiga varian baru tersebut, yang paling ganas adalah varian India. “Melihat perkembangan kasus varian Covid-19 baru ini, saya merasa perlu untuk mencari informasi lebih dalam dan kemarin saya menghubungi langsung dr Gunadi Sp.BA(K), selaku penanggungjawab Laboratorium Blomolekuler Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, untuk mencari tahu tentang ciri-ciri virus Covid-19 varian baru tersebut,” kata Bupati Banyumas, Achmad Husein, Sabtu (5/6/2021).

Lebih lanjut disebutkan, ciri virus varian baru antara lain, penularannya lebih cepat dibanding virus sebelumnya dan bergejala lebih berat, sehingga seseorang yang terinfeksi akan dengan cepat memburuk kondisi kesehatannya.

Selain itu juga ditandai dengan adanya Cycle Threshold (CT) value yang kurang dari 25. CT adalah jumlah siklus yang diperlukan sehingga, sinyal fluoresens melampaui atau melewati ambang (treshold). Semakin tinggi CT, maka akan semakin rendah jumlah asam nukleat target. Untuk ambang batas normal jumlah CT value pada kisaran 40. “Jadi hasil pemeriksaan PCR dinyatakan positif bila terdapat akumulasi sinyak fluoresens, nah CT ini merupakan jumlah siklus yang diperlukan hingga sinyak fluoresens melewati ambang batas,” terangnya.

Husein memaparkan, ciri virus COVID-19 varian baru lainnya yaitu membentuk kelompok dan mampu menyerang orang yang sudah selesai melakukan vaksin hingga tahap dua. Serta ada kecenderungan terjadi pada orang yang sudah pernah dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19.

“Virus varian baru ini punya kecenderungan menyerang pada orang yang sudah pernah terkonfirmasi positif, tetapi kemudian terkena positif lagi. Kasus positif kedua kali ini, patut dicurigai sebagai varian baru, terlebih jika bergejala berat dan penularannya cepat. Terlebih lagi jika orang tersebut mempunyai riwayat perjalanan ke luar negeri,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto mengungkapkan, untuk mewaspadai virus apapun, termasuk varian baru yang lebih cepat penularannya, cara paling efektif adalah dengan tertib menerapkan protokol kesehatan.

Ia mengigatkan, saat ini ada kecenderungan kasus COVID-19 naik kembali, sehingga penggunaan masker serta kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun dan menjaga jarak, harus terus diterapkan. “Penggunaan masker itu harus sudah menjadi kebiasaan kita sehari-hari, jadi jangan sampai ditinggalkan, karena virus itu masih ada di sekitar kita,” pesannya.

Lihat juga...