BPOM Menguji Khasiat Ivermectin untuk Menyembuhkan COVID-19

Ilustrasi banner informasi obat terapi COVID-19 - Foto Ant

BPOM menyatakan, penelitian untuk pencegahan maupun pengobatan COVID-19, yang sudah dipublikasikan menyatakan, Ivermectin memiliki potensi antiviral pada uji secara in-vitro di laboratorium. Akan tetapi, masih diperlukan bukti ilmiah yang lebih meyakinkan terkait keamanan, khasiat, dan efektivitasnya sebagai obat COVID-19 melalui uji klinik lebih lanjut.

BPOM menyatakan, Ivermectin merupakan obat keras, yang pembeliannya harus dengan resep dokter dan penggunaannya di bawah pengawasan dokter. BPOM juga menyampaikan peringatan, Ivermectin yang digunakan tanpa indikasi medis dan tanpa resep dokter dalam jangka waktu panjang, dapat mengakibatkan efek samping, antara lain nyeri otot atau sendi, ruam kulit, demam, pusing, sembelit, diare, mengantuk, dan Sindrom Stevens-Johnson.

Badan POM RI terus memantau pelaksanaan dan menindaklanjuti hasil penelitian, serta melakukan update informasi terkait penggunaan obat Ivermectin untuk pengobatan COVID-19, melalui komunikasi dengan World Health Organization (WHO) dan Badan Otoritas Obat negara lain. Untuk kehati-hatian, Badan POM RI meminta kepada masyarakat, agar tidak membeli obat Ivermectin secara bebas tanpa resep dokter, termasuk membeli melalui platform online. Untuk penjualan obat Ivermectin termasuk melalui online tanpa ada resep dokter, dapat dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (Ant)

Lihat juga...