Bukit Soeharto Diproyeksikan Jadi Ikon Wisata Baru di Ponorogo

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PONOROGO — Keberadaan objek wisata baru Bukit Soeharto yang terletak di Desa Bagedan, Ponorogo, Jawa Timur, memberikan harapan besar bagi masyarakat sekitar. Selain diharapkan mampu menjadi mesin penggerak ekonomi, keberadaannya juga diharapkan mampu menjadi icon wisata baru.

Kepala Desa Badegan, Didik Suyanto di objek wisata Bukit Soeharto di desa Badegan Ponorogo Jawa Timur, Jumat (11/06/2021). Foto: Jatmika H Kusmargana

Kepala Desa Badegan, Didik Suyanto menyebutkan, potensi Bukit Soeharto menjadi objek wisata unggulan di kabupaten Ponorogo sangat besar. Selain memiliki bentang alam yang sangat menawan, juga terletak di kawasan sangat strategis.

“Bukit Soeharto ini terletak tepat di jalan nasional yang menghubungkan kabupaten Wonogiri Jawa Tengah serta kabupaten Ponorogo Jawa Timur sepanjang 60 kilometer. Sepanjang jalur tersebut, belum ada objek wisata bertaraf nasional. Kita sangat berharap Bukit Soeharto ini bisa dikembangkan sebagai objek wisata nasional, sehingga bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat,” ungkapnya di sela kegiatan kunjungan Yayasan Damandiri, ke Bukit Soeharto, Jumat (11/06/2021).

Didik menyebutkan, pihak pemerintah desa Badegan sendiri, saat ini telah memiliki sejumlah rencana untuk mengembangkan kawasan seluas 6 hektare ini. Selain berencana menambah sejumlah wahana permainan seperti flying fox hingga water boom, pihaknya juga mengaku ingin menjadikan Bukit Soeharto ini sebagai kawasan wisata 24 jam dengan daya tarik wisata malam harinya.

“Lewat kunjungan ini kita berharap akan ada sinergi dari semua pihak untuk mengembangkan kawasan wisata Bukit Soeharto ini. Baik itu Yayasan Damandiri, pemerintah desa, Perhutani, maupun masyarakat sekitar. Sehingga diharapkan bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, khususnya desa Badegan,” ungkapnya.

Terletak di kawasan perbukitan yang dikelilingi lembah sungai Morobangun, Bukit Soeharto ini awalnya hanyalah sebuah bukit biasa yang masuk kawasan Perhutani. Pada 1978 silam, Presiden Soeharto pernah singgah di bukit ini untuk melakukan kegiatan penghijauan atau reboisasi yang ditandai dengan pendirian monumen Soeharto. Sejak saat itu lah bukit ini disebut Bukit Soeharto.

“Awalnya luasan bukit ini hanya sekitar 0,7 hektare. Namun kemudian diperluas menjadi 6 hektar untuk pengembangan. Dimulai sekitar 2019, penataan Bukit Soeharto sebagai kawasan wisata ini terus dilakukan dengan dukungan penuh dari Yayasan Damandiri, pemerintah desa, pihak perhutani maupun warga sekitar,” katanya.

Salah satu hal yang juga diharapkan Didik, adalah keberadaan objek wisata Bukit Soeharto ini mampu mengubah paradigma masyarakat desa Badegan yang selama ini mayoritas bekerja sebagai petani untuk mulai mengembangkan potensi ekonomi dari sektor pariwisata. Sehingga mampu mengatasi persoalan kemiskinan yang ada.

Salah satu view di  objek wisata Bukit Soeharto di desa Badegan Ponorogo Jawa Timur, Jumat (11/06/2021). Foto: Jatmika H Kusmargana

Desa Badegan ini memiliki jumlah penduduk sekitar 973 kk atau 3.637 jiwa yang tersebar di 3 wilayah padukuhan. Mayoritas warga berkerja sebagai petani penggarap maupun buruh tani hutan. Hal itulah yang membuat tingkat kemiskinan di desa Badegan hingga saat ini tercatat masih cukup tinggi, yakni hampir mencapai 40 persen.

“Sejak adanya objek wisata Bukit Soeharto ini, banyak petani hutan yang akhirnya memutuskan untuk memulai usaha baru dengan berjualan makanan, minuman, atau menjadi tukang parkir, sehingga pendapatan mereka meningkat drastis. Hal inilah yang kita harapkan, dimana keberadaan objek wisata ini bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, sekitar” katanya.

Lihat juga...