Bukit Soeharto Jadi Harapan Perbaikan Ekonomi Warga Badegan

Jurnalis: Koko Triarko

PONOROGO – Objek wisata alam Bukit Soeharto di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, menjadi harapan bagi warga Desa Badegan di Kabupaten Ponorogo, untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa.

Desa Badegan terdiri dari tiga pedukuhan, yakni Badegan, Nglambong dan Kroyo, dengan 973 Kepala Keluarga dan sekitar 2.616 jiwa. Dari data jumlah warga yang masih terus diperbaharui tersebut, hampir 50 persennya dalam kondisi kurang mampu.

Kepala Desa Badegan, Didik Suyanto, mengatakan, selama ini warganya sebagian besar berprofesi sebagai petani padi dan jagung, dengan luasan lahan yang terbatas di kawasan Bukit Soeharto.

Kanan ke kiri: Kepala Desa Badegan, Didik Suyanto, Pengelola Bukit Soeharto, Wahyu Kuncoro, Ketua Yayasan Damandiri, Letjen (purn) Soegiono, Pengawas Program Yayasan Damandiri, Fuad Bawazier, Sekretaris Yayasan Damandiri, Retnosari Widyowati (Mbak Eno) dan Firdaus, dalam acara kunjungan ke Bukit Soeharto di Desa Badegan, Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (11/6/2021). –Foto: Koko Triarko

“Hasil dari panen itu hanya cukup untuk kebutuhan sendiri. Maka, dengan adanya pengembangan objek wisata Bukit Soeharto yang digerakkan oleh Yayasan Damandiri melalui koperasi, kami sangat antusias sekali,” kata Didik Suyanto, di sela acara kunjungan jajaran pimpinan Yayasan Damandiri di Bukit Soeharto, Jumat (11/6/2021).

Bukit Soeharto dahulu merupakan kawasan hutan yang tidak terawat, bahkan nyaris gundul. Perbukitan itu kemudian ditanami kembali melalui gerakan penghijauan yang dicanangkan oleh Presiden Soeharto pada 1978.

Saat itu Presiden Soeharto datang untuk meresmikan. Sejumlah foto kedatangan Presiden Soeharto kala itu, turut dipajang dalam acara kunjungan jajaran pimpinan Yayasan Damandiri, pada Jumat (11/6/2021). Panitia setempat juga menempelkan fotokopi naskah pidato Presiden Soeharto pada sebuah papan.

Kini setelah 50 tahun sejak dihijaukan kembali, Bukit Soeharto makin menghijau dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekitar. Tak hanya untuk lingkungan, bukit ini juga dimanfaatkan sebagai objek wisata alam dan taman bermain.

Wahyu Kuncoro, pengelola objek wisata Bukit Soeharto, mengatakan, sejak 2019 kawasan perbukitan itu mulai ditata dan dibangun. Prasasti penghijauan oleh Presiden Soeharto pada 2 Maret 1978 dibuatkan monumen, dan dua patung Presiden Soeharto dengan busana kebesaran didirikan.

Sayangnya, geliat pariwisata Bukit Soeharto yang baru saja dipercantik ini, terhantam badai pandemi Covid-19. Pembatasan aktivitas menghambat pengembangannya lebih lanjut.

“Tapi, saat ini sudah mulai ramai lagi. Bahkan kita juga sedang menyiapkan berbagai wahana permainan baru, dan menggenjot munculnya produk unggulan UKM untuk daya tarik wisata, sekaligus meningkatkan penghasilan warga,” kata Wahyu Kuncoro.

Lihat juga...