Bupati Banyumas Ajak Masyarakat Olah Sampah Plastik Menjadi Paving

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PURWOKERTO — Berbagai upaya terus dilakukan Pemkab Banyumas untuk mengurangi sampah plastik. Setelah berhasil mengolah menjadi campuran aspal, kini bupati Banyumas gencar mengajak masyarakat untuk membuat paving dari sampah plastik.

Bupati Banyumas, Achmad Husein di halaman pendopo Sipanji Purwokerto, Rabu (23/6/2021). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Bahkan, demi mengkampanyekan paving dari plastik ini, bupati menjanjikan akan membeli hasil produksi yang dibuat oleh masyarakat Banyumas.

“Ini merupakan peluang bisnis baru, secara ekonomis sudah saya hitung dan menguntungkan. Dari sisi lingkungan, ini merupakan salah satu solusi untuk menangani sampah plastik,” kata Bupati Banyumas, Achmad Husein, Rabu (23/6/2021).

Uji coba pembuatan paving dari sampah plastik ini sudah lama dilakukan Husein, termasuk uji coba terhadap daya tahan terhadap beban berat serta panas matahari. Setelah diyakini kualitas bagus dan memenuhi standar, maka ia mengajak masyarakat Banyumas untuk memproduksi.

Lebih lanjut Husein memaparkan, cara membuat paving dari sampah plastik cukup mudah. Pertama panaskan aspal, kemudian campurkan dengan oli bekas. Lalu masukan cacahan sampah plastik dan dimasak hingga mendidih. Setelah larut semua, baru dimasukan abu batu lalu dicetak menjadi paving.

Untuk perbandingan bahan baku pembuatan, Husein menjelaskan, jika menggunakan oli bekas sebanyak 0,5 kilogram, maka aspal cair yang sudah dipanaskan cukup diambil 0,1 kilogram dan cacahan sampah plastik sebanyak 0,8 kilogram.

“Saat memasak terakhir, antara larutan oli, aspal dan cacahan sampah plastik ini, harus sampai larut semua, supaya cepat bisa dimasak dalam panci dan ditutup rapat. Sewaktu masih dalam kondisi panas, kemudian dicetak dalam cetakan paving dan bisa diberi cat sesuai dengan keinginan kita,” katanya.

Terkait biaya pembuatan, Husein memaparkan, untuk biaya material paving plastik jika ditotal hanya Rp56.000 untuk ukuran satu meter persegi. Cacahan sampah plastik bisa dibeli di Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang mengelola sampah pada tiap-tiap desa atau kelurahan. Harganya Rp1.200 per kilogram. Setelah diolah, Pemkab Banyumas siap membeli dengan harga Rp110.000 per meter persegi.

“Dari sisi bisnis jelas menguntungkan dan dari sisi lingkungan, sangat membantu pengolahan sampah plastik, sehingga kita dorong masyarakat untuk mau memanfaatkan peluang bisnis ini,” tuturnya.

Salah satu warga Banyumas, Faiz mengatakan, sangat berminat untuk belajar memproduksi paving dari limbah plastik. Terlebih setelah ada kesediaan pemkab untuk membeli hasil produksi. Ia pun berniat untuk belajar langsung pembuatan yang setiap hari dilakukan di halaman belakang rumah dinas bupati.

“Sangat berminat untuk belajar membuat paving plastik, apalagi diajari langsung oleh bupati,” kata Faiz yang mengaku sudah beberapa bulan kehilangan pekerjaan karena terkena perampingan.

Lihat juga...