Cacar Air dan Campak Butuh Pengobatan Berbeda

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Demam dan ruam yang timbul pada cacar air dan campak, seringkali menimbulkan salah sangka pada orang tua. Padahal, cacar air dan campak memiliki tiga perbedaan.

Spesialis Anak RS Premier Jatinegara Jakarta, Dr. Jahja Zacharia, SpA., menjelaskan walaupun cacar air dan campak terlihat hampir sama, tapi sebenarnya sangat berbeda.

“Sama-sama biasa terjadi pada anak, sama-sama bisa dicegah dengan vaksinasi. Tapi, sebenarnya memiliki perbedaan. Baik dari virus penyebab, gejala dan cara pengobatannya,” kata Dr. Jahja, Jumat (4/6/2021).

Perbedaan pertama adalah virus penyebab penyakit cacar air dan campak itu berbeda.

“Memang sama-sama virus dan menimbulkan ruam di kulit. Tapi kalau cacar air, penyebabnya adalah virus varicella-zoster. Sementara campak disebabkan oleh kelompok virus paramyxovirus,” paparnya.

Ia menambahkan, jika virus cacar air menyebar lewat aliran darah baru menimbulkan infeksi, kalau virus penyebab campak akan menyebabkan infeksi saluran pernafasan terlebih dahulu, kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya melalui aliran darah.

“Penularan virus campak terjadi melalui cairan yang dikeluarkan saat batuk dan bersin. Cairan ini kemudian mengontaminasi udara dan terhirup orang lain sehingga ikut tertular. Dan, jika virus dari orang yang terinfeksi menempel di benda. Kemudian, orang yang memegang benda tersebut langsung menyentuh wajah, hidung, atau mulut,” paparnya lagi.

Perbedaan ke dua adalah pada masa timbul gejala penyakit cacar air dan campak.

“Kalau cacar air, gejala akan akan muncul 1-2 hari setelah terpapar virus. Sementara campak, gejala campak akan muncul di hari 10-12 hari paska terpapar,” kata Dr. Jahja.

Gejala yang ditimbulkannya pun berbeda. Jika cacar air, yang muncul adalah pusing, lelah, tidak selera makan serta ruam pada kulit berwarna merah dan gatal berbentuk lepuh berisi cairan yang berawal dari dada dan atau wajah dan atau punggung, lalu menyebar ke seluruh tubuh.

“Sementara campak akan memunculkan gejala demam, batuk kering, hidung meledak, sakit tenggorokan, mata merah, bintik putih di mulut serta ruam merah muncul di bagian kepala dan dahi baru menyebar ke seluruh tubuh,” ujarnya.

Perbedaan ke tiga adalah pada pengobatan yang dilakukan oleh ahli medis.

“Pengobatan cacar air dan campak sama-sama fokus untuk meredakan gejala hingga infeksi sembuh. Namun, perbedaan pengobatan cacar air dan campak, yaitu, pada cacar air memerlukan antihistamine atau salep topikal untuk mengurangi rasa gatal pada ruam merahnya,” tuturnya.

Sementara itu, virus dan gejala yang muncul pada penderita campak bisa hilang dengan sendirinya dalam 2-3 minggu.

“Ahli medis biasanya akan memberikan obat acetaminophen atau ibuprofen untuk mengurangi demam serta suplemen vitamin A,” tuturnya lagi.

Ia juga menyebutkan, penderita campak juga harus banyak beristirahat dan meminum banyak air putih. “Dan, jika keluhan pada saluran terlalu berat, akan digunakan humidifier untuk mengatasi batuk dan sakit tenggorokan,” pungkasnya.

Lihat juga...