Cincau Hijau Rambat Bahan Minuman Jeli Alami Menyegarkan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Kebutuhan akan bahan minuman tradisional cincau hijau tidak harus mencarinya ke hutan, tapi masih bisa dipenuhi dari pekarangan. Seperti yang dilakukan Mikael Anggi, warga Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan yang merambatkannya pada dinding rumah, pohon alpukat, mangga.

Proses pembuatan minuman cincau dilakukan melalui pengolahan daun. Setelah dicuci bersih selanjutnya diperas hingga menghasilkan air. Air proses penyaringan dan pengendapan akan menghasilkan jeli beku yang bisa menjadi minuman alami menyegarkan.

Ia memilih memanen daun cincau hijau rambat yang memiliki ukuran lebar dan tua. Semakin tua, kandungan zat hijau menghasilkan jeli yang melimpah. Kandungan serat jadi pilihan menjadikan minuman itu bagus untuk pencernaan.

“Alternatif minuman dari cincau hijau rambat selain menyegarkan memiliki manfaat untuk mencegah peradangan pada lambung, saat kondisi cuaca panas minuman ini bisa dikombinasikan dengan es serut dan campuran bahan kekinian yang disukai anak anak seperti cokelat,” terang Mikael Anggi saat ditemui Cendana News, Sabtu (5/6/2021).

Agar mendapatkan jeli cincau hijau yang bersih dan sehat, Mikael Anggi melakukan penyortiran. Daun pilihan terlebih dahulu harus dibersihkan memakai air mengalir. Perendaman dengan air dalam wadah akan meluruhkan kotoran.

“Meski sebagai minuman tradisional selain menyegarkan berguna untuk obat panas dalam terutama bagi anak anak,” ulasnya.

Mikael Anggi memperlihatkan tanaman cincau hijau sebagai bahan pembuatan minuman jeli alami menyegarkan, Sabtu (5/6/2021). Foto: Henk Widi

Lisdaryanti, warga lainnya juga menanam cincau hijau rambat memanfaatkan tanaman mangga dan sirsak. Tanaman yang tumbuh secara alami tetap dilakukan perawatan memanfaatkan pupuk. Semakin sering dipanen bagian daun, tunas akan semakin banyak.

Mesin blender digunakan untuk menghancurkan bagian daun kemudian bisa diperas, disaring. Agar hasil jeli yang dibuat lebih sehat, alih alih memakai air mentah ia memakai air yang telah matang agar jeli yang dihasilkan lebih awet. Proses penggumpalan jeli akan lebih lama sehingga bisa disimpan.

“Berbeda dengan memakai air mentah, jeli lebih cepat lebur menjadi air kembali, konsumsi untuk anak dan keluarga dalam bentuk minuman sekaligus agar lebih sehat,” ulasnya.

Agar bisa menyajikan minuman dari tanaman merambat itu, Lisdaryanti kerap menyimpan dalam kondisi beku. Setelah didiamkan beberapa saat, jeli yang dibuat dalam cetakan bisa diolah. Pengolahan memakai juruh atau cairan gula kelapa, air pandan, susu akan semakin menambah kenikmatan cincau hijau.

Lihat juga...