Corona Sebabkan Kampus UIN KHAS Jember ‘Lockdown’

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JEMBER – Salah satu karyawan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Ahmad Siddiq (UIN KHAS) Jember dinyatakan reaktif Covid-19. Munculnya temuan reaktif Covid-19, mengakibatkan selama 3 hari aktivitas kampus UIN KHAS lockdown.

Wakil Rektor III UIN KHAS, Dr. Hefni Zein, mengatakan, diketahuinya salah satu karyawan reaktif setelah menjalani tes swab antigen sebagai persyaratan tugas rapat kelulusan ujian masuk PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) di Ternate.

Wakil Rektor III UIN KHAS, Dr. Hefni Zein, ditemui di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Jember, Kamis (17/6/2021).- Foto: Istimewa

“Karyawan yang bersangkutan rencana akan mendampingi Pak Rektor, setelah dilakukan tes swab hasilnya reaktif, namun untuk Rektor sendiri hasilnya nonreaktif. Bagi karyawan tersebut kami imbau untuk istirahat di rumah,” ujar Dr. Hefni Zein kepada Cendana News, di wilayah Kelurahan Mangli Kecamatan Kaliwates, Jember, Kamis (17/6/2021).

Hefni menambahkan, karyawan yang dinyatakan reaktif termasuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG). Namun untuk mengantisipasi, beberapa karyawan lainnya dilakukan tes swab.

“Setelah melakukan rapat dengan pimpinan, teman-teman lainnya Bagian Akademik Pusat, Keuangan, Perencanaan, dan Umum UIN KHAS lalu dilakukan tes swab susulan. Sebanyak 6 karyawan lainnya telah dilakukan tes swab, dan hasilnya negatif. Selama ini, karyawan yang dinyatakan reaktif memiliki intensitas komunikasi cukup sering dengan karyawan lainnya. Sehingga kami upayakan untuk tetap melakukan tes juga,” ucapnya.

Selain memberlakukan Work From Home (WFH), Hefni mengatakan juga akan memfasilitasi karyawannya untuk melakukan tes swab antigen kembali.

Selama masa lockdown, Hefni menyebutkan, beberapa ruangan dilakukan sterilisasi dan penyemprotan menggunakan disinfektan.

“Beberapa ruangan telah dilakukan penyemprotan. Seperti ruangan yang dilalui karyawan terkait, yakni di ruang akademik pusat, ruang kabiro, ruangan perencanaan, dan ruang umum UIN KHAS,” ucapnya.

Hosnan, salah satu mahasiswa Fakultas Syari’ah mengatakan, dengan adanya kebijakan lockdown mempengaruhi aktivitas civitas akademika. Pelayanan tentu saja menjadi terganggu. Tidak berjalan optimal padahal hal tersebut penting juga.

“Upaya pelaksanaan lockdown membuat semua aktivitas terganggu. Seperti mahasiswa yang menjalani proses skripsi. Karena membutuhkan aktivitas pelayanan dari civitas akademika. Meskipun kebijakan tersebut sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19,” ucapnya.

Lihat juga...