Daerah Aliran Sungai Dukung Kelestarian Habitat Ikan dan Kerang Laut

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Keberadaan sejumlah Daerah Aliran Sungai (DAS) di wilayah Bandar Lampung dan Pesawaran yang terjaga berdampak positif bagi perairan laut. Saat masuk musim kemarau, kondisi perairan sungai lebih bersih. Sampah limbah pertanian, sampah rumah tangga minim ditemui.

Agus Irawan, warga Desa Gebang, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung menyongkel batu untuk mencari kerang bulu saat fase air surut, Rabu (16/6/2021). Foto: Henk Widi

“Kesadaran warga daerah aliran sungai tidak membuang sampah ke sungai membuat lingkungan lebih bersih, sampah plastik dan limbah pertanian juga jarang ditemui berimbas warga bisa memanfaatkan air untuk mandi, lokasi mencari berbagai jenis ikan,” terang Surahman, warga di sekitar DAS Kali Akar, Kelurahan Sumur Putri, Teluk Betung Barat, Bandar Lampung saat ditemui Cendana News, Rabu (16/6/2021).

Surahman bilang DAS yang terjaga pada bagian hulu juga ikut berdampak positif bagi bagian hilir. Tanda paling terlihat secara kasat kata saat proses menjala ikan ia tidak menemui sampah plastik. Kondisi berbeda terjadi saat musim penghujan, sejumlah sampah yang terbawa di selokan masuk ke aliran sungai. Berbagai sampah plastik yang dibuang warga bahkan menyumbat saluran bendungan.

Selain menjadi lokasi pencarian ikan dengan jala, saat musim kemarau dengan kondisi air yang tenang, sejumlah titik di Kali Akar menjadi spot memancing. Pada titik aliran Kali Akar yang berpasir, berlumpur sebagian warga bisa mencari kerang jenis kepah atau kijing sebagai bahan makanan, pakis dan talas sungai.

“Sungai yang bersih bisa menjadi sumber kehidupan warga daerah aliran sungai sehingga banyak warga tidak membuang sampah ke sungai,” ulasnya.

Aliran kali Akar dan sejumlah sungai di Kabupaten Pesawaran mengalir ke Teluk Pandan. Kondisi sungai yang bersih ikut mendukung kebersihan perairan Desa Gebang, Desa Batu Menyan, Desa Hurun di Kecamatan Teluk Pandan. Parameter kebersihan perairan diakui Agus Irawan dengan jernihnya air perairan setempat.

Saat fase air surut, warga bisa mencari berbagai jenis bahan makanan laut. Agus Irawan menyebut bahan makanan laut yang mudah dicari berupa kerang bulu atau Anadara antiquata. Lumpur asin yang bersih tanpa sampah menjadi habitat paling disukai kerang bulu.

“Air yang bersih dipengaruhi oleh musim kemarau dimana sungai tidak banjir tanpa membawa material sampah,” ulasnya.

Agus Irawan menyebut dukungan lingkungan sungai yang bersih secara langsung mempengaruhi perairan pantai. Ia dan warga lain sejak pagi bisa mendapatkan 5 hingga 10 kilogram kerang bulu. Air yang bersih pada perairan juga memudahkan pencarian gurita, ikan karang.

Masuk bulan Juni, ia menyebut populasi kerang bulu meningkat. Kondisi perairan mendukung habitat alami kerang hijau. Pengurangan aktivitas pelayaran antar pulau imbas wisatawan berkurang mengurangi pencemaran bahan bakar solar.

Lihat juga...