DAK Terlambat Mengucur, Pengerjaan Jalan di Parigi Moutong Terkendala Pengadaan

Ilustrasi. Pekerjaan jalan - foto Ant

PARIGI – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng) menyatakan, pengerjaan infrastruktur jalan di kabupaten tersebut capaiannya masih di bawah 60 persen. Hal itu dikarenakan adanya keterlambatan dalam proses pengadaan.

“Dari laporan yang kami terima, progres pekerjaan masih minus dan saat ini masih di bawah 60 persen,” kata Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan Parimo, I Wayan Mudana, di Parigi, Senin (7/6/2021).

Pekerjaan peningkatan infrastruktur jalan, yang dilakukan di sejumlah titik dan memiliki sumber dana dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2021, belum tertangani secara signifikan.

Hingga 31 Mei 2021, pekerjaan konstruksi tersebut masih jauh di bawah target, sehingga upaya ini perlu digenjot oleh pihak pelaksana, supaya pembangunan dapat cepat selesai. “Alasan keterlambatan karena kekhawatiran oleh kontraktor, sebagai pihak pelaksana, menyangkut DAK yang tidak jadi disalurkan ke daerah, padahal hanya terjadi keterlambatan pencairan dari Pemerintah Pusat,” ujar Wayan.

Guna mengantisipasi percepatan pekerjaan tersebut, Bidang Bina Marga Dinas PUPR dan Pertanahan, telah melayangkan surat kepada pemenang tender, menginformasikan keterlambatan kucuran dana transfer Pemerintah Pusat.

Menurut dia, kendala yang dihadapi pihak pelaksana bukan persoalan teknis, sehingga Dinas PU optimistis, hingga Agustus nanti, kegiatan peningkatan infrastruktur jalan di kabupaten tersebut bisa terselesaikan. Apalagi, bahan material jalan yang digunakan tidak lagi dikerjakan secara manual, tetapi sudah menggunakan bahan pabrikasi. Sehingga pekerjaan dinilai akan lebih cepat dan efisien. “Tidak ada lagi material dikerjakan manual. Semua sudah dikerjakan dengan teknologi. Begitu pun peralatan yang digunakan, semua menggunakan alat berat,” kata Wayan.

Untuk menindaklanjuti surat yang dilayangkan kepada kontraktor, pihaknya juga akan menghadirkan penanggungjawab pekerjaan pada pekan depan. Dan akan menggelar Show Cause Meeting (SCM), untuk membahas percepatan penyelesaian kegiatan infrastruktur jalan. Diharapkan, apa yang menjadi kesepakatan, secepatnya direalisasikan, agar pekerjaan cepat selesai. “Artinya apa yang menjadi kesepakatan menjadi tanggungjawab pelaksana,” pungkas Wayan. (Ant)

Lihat juga...