Damandiri Dorong Koperasi Serap Kentang Petani DCML Dieng Kulon

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANJARNEGARA — Ketua Yayasan Damandiri Letjen (Purn) Soegiono, mendorong Koperasi Pelita Sejahtera Mandiri agar mampu berkontribusi lebih dalam membantu meningkatkan kesejahteraan para petani kentang yang ada di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Dieng Kulon Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah.

Salah satunya adalah dengan menyerap komoditas kentang yang dihasilkan para petani, untuk kemudian didistribusikan ke daerah-daerah lain di luar wilayah Dieng maupun Banjarnegara. Hal ini diharapkan akan mampu meningkatkan nilai jual komoditas kentang yang dihasilkan petani. Sehingga petani tidak dirugikan oleh para tengkulak yang kerap memainkan harga.

“Jika koperasi bisa menyerap kentang yang dihasilkan petani, maka posisi tawar petani (dalam menentukan harga jual kentang) akan semakin kuat. Para tengkulak tidak akan bisa lagi menentukan harga sesukanya. Selain itu, koperasi juga bisa mendapatkan untung. Daripada para tengkulak yang untung, lebih baik keuntungan itu untuk koperasi,” katanya saat berdialog dengan warga desa Dieng Kulon, Minggu (13/06/2021).

Soegiono mengatakan, koperasi Pelita Sejahtera Mandiri, harus terus melakukan sejumlah inovasi demi kepentingan seluruh masyarakat desa.

Ide-ide maupun gagasan baru semacam ini dinilai sangat penting dan dibutuhkan untuk dapat mengatasi berbagai persoalan yang ada di DCML Dieng Kulon. Dengan begitu, tujuan utama program Desa Cerdas Mandiri Lestari, yakni dalam mengatasi persoalan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat akan bisa tercapai.

Sejumlah pengurus Yayasan Damandiri saat melakukan dialog bersama warga Desa Cerdas Mandiri Lestari DCML Dieng Kulon Batur Banjarnegara Jawa Tengah bertempat di Pendopo Soeharto, Sabtu (13/06/2021). Foto: Jatmika H Kusmargana

Sementara itu, Kepala Desa Dieng Kulon, Slamet Budiono, menyebut kentang memang sejak lama telah menjadi komoditas utama sekaligus komoditas unggulan yang ada di desa Dieng Kulon. Memiliki jumlah penduduk sekitar 1150 kk atau 3100 jiwa, mayoritas penduduk di DCML Dieng Kulon sampai saat ini berprofesi sebagai petani, khususnya petani kentang.

“Sejak lama kentang sudah menjadi komoditas utama yang ditanam petani di Desa Dieng Kulon ini secara turun-temurun. Salain kondisi lahan dan iklimnya yang cocok, kualitas yang dihasilkan juga terkenal sangat bagus,” ungkapnya.

Sayangnya, meski menjadi daerah penghasil utama kentang, para petani di Desa Dieng Kulon, hingga saat ini masih kerap dirugikan dengan harga jual kentang yang tidak stabil. Salah seorang petani kentang asal Dieng Kulon, Aminah, mengakui anjloknya harga jual kentang di musim-musim tertentu, khususnya saat panen raya.

“Kalau harga sedang bagus harga jual kentang di tingkat petani bisa mencapai Rp10 ribu bahkan Rp13 ribu per kilogram. Namun saat sedang jatuh paling hanya 8 – 9 ribu rupiah per kilogram. Bahkan bisa sampai Rp7 ribu per kilogramnya,” katanya.

Hadir bersama sejumlah pengurus Yayasan Damandiri lainnya seperti Sekretaris Yayasan Firdaus, Bendahara Yayasan, Siswanto Djojodisastro, Pengawas Yayasan, Fuad Bawazier, hingga Sekretaris Umum Yayasan, Retnosari Widowati Harjojudanto (Eno Sigit).

Lihat juga...