Darurat Covid-19, PPKM Semarang Diperketat Hingga Vaksinasi 18+ Diterapkan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Lonjakan positif covid-19 harian di Kota Semarang, lebih dari 1.000 kasus aktif, mendorong Pemkot Semarang memperketat penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Selain menutup sementara seluruh tempat-tempat hiburan yang ada, hingga sejumlah obyek wisata, PPKM terbaru tersebut juga membatasi kegiatan usaha pada malam hari.

“Sekarang ini Kota Semarang tengah bersiaga, karena kasus covid-19 trennya terus meningkat. Maka PPKM pun kita perketat kembali,” terang Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi di Balaikota Semarang, Senin (21/6/2021) petang.

Sebelumnya Kota Semarang sudah menutup delapan ruas jalan hingga dua minggu kedepan. Saat ini, jam operasional tempat-tempat usaha seperti warung makan, restoran, cafe, pusat perbelanjaan hanya boleh beroperasi sampai pukul 20.00 WIB. Kebijakan ini mulai berlaku besok, Selasa (22/6/2021).

Diakuinya, keputusan tersebut memang berat, namun harus dilakukan karena lonjakan kasus covid-19 di Kota Semarang terus terjadi.

“Meski ini berat, namun harus kita lakukan karena angka covid-19 melonjak, tingkat keterisian rumah sakit juga meningkat. Ini menjadi upaya kita bersama-sama agar angka covid-19 bisa menurun,” tandasnya.

Pihaknya pun mendorong perusahaan melakukan pengaturan jam kerja karyawan dengan dibuat shift atau bergiliran, atau dengan sistem WFH (Work From Home).

“Restoran juga kita sarankan untuk memberikan layanan take away,” ungkapnya.

Pembatasan aktivitas sosial budaya juga dilakukan, dengan maksimal 50 orang peserta dengan penerapan protokol kesehatan. Di luar itu, seperti seminar, FGD atau workshop sementara ditunda, kecuali dilakukan secara daring.

Tidak hanya pembatasan PPKM yang diperketat, proses vaksinasi masyarakat usia 18 tahun ke atas atau 18+ juga mulai dilakukan, khususnya di wilayah kecamatan yang masuk kategori rawan.

“Mulai hari ini pendaftaran vaksinasi 18+ sudah bisa dilakukan, khususnya di wilayah yang masuk kategori rawan, seperti di Kecamatan Tembalang, Banyumanik dan lainnya. Caranya dengan mendaftar secara online di victori.semarangkota.go.id,” terangnya.

Di satu sisi, proses vaksinasi tersebut juga tergantung pada stok vaksin yang dimiliki Pemkot Semarang. “Saat ini memang stok ada namun terbatas, sehingga untuk sementara diprioritaskan pada wilayah yang rawan, angka covid-19 tinggi. Mudah-mudahan ini bisa menekan angka penyebaran covid-19. Tidak lupa, kami minta agar masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Lihat juga...