Destinasi Wisata Religi Sumur Hulu Ramai Dikunjungi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Sumur hulu Cai, di Kranggan Kulon, Jatiraden, Jatisampurna, kian ramai dikunjungi warga, baik dari Kota Bekasi dan wilayah sekitarnya. Mereka untuk ziarah di beberapa makam kramat, kemudian mandi ataupun sekedar mengambil air sumur.

Abah Enjong, salah satu sepuh di Kranggan Kulon, Jatisampurna usai peletakan batu pertama pembangunan drainase di lokasi sumur hulu Cai, Minggu (13/6/2021). Foto: Muhammad Amin

Hulu Sumur,  ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya oleh pemerintah Kota Bekasi, sebagai peninggalan sejarah dan masih terjaga oleh warga di wilayah setempat. Hal tersebut atas kepedulian dari Pemkot Bekasi melalui Wakil Wali Kota Bekasi.

“Sekarang Alhamdulillah, setiap hari ada saja kunjungan ziarah. Terkadang malam Jumat banyak juga yang mandi kembang di lokasi sumur hulu Cai,” sebut Abah Sakit Enjong, sesepuh di Sumur Hulu Cai, kepada Cendana News, Minggub(13/6/2021).

Dikatakan, saat ini, selain jalan menuju hulu Sumur Hulu Cai sudah diperbaiki lokasinya sudah memiliki saung dan mushalla. Kejernihan air sepertinya jadi daya tarik sendiri untuk dikunjungi. Selain wisata religi, warga juga bisa menikmati keteduhan seolah berada di areal persawahan.

Sumur Hulu Cai, lanjutnya merupakan satu dari tujuh sumur yang dikramatkan di wilayah Kranggan Jatisampurna. Namun demikian, ia menegaskan semua kembali kepada sang Khalik untuk segala niat dan lainnya. Karena sumur ini hanya sebagai peninggalan sejarah.

“Sumur hulu Cai ini hanya sisa dari peninggalan sejarah masa lampau di Kranggan. Memang selama ini oleh warga masih dijadikan tempat ritual budaya seperti acara tertentu, salah satunya seperti sedekah bebaritan ritual Sunda,” ujar Abah Samit mengatakan ada 53 titik budaya babaritan tetap dilaksanakan di Kranggan.

Menjaga sumur hulu cai adalah salah satu cara dalam menjaga mata air. Diharapkan dengan dijadikan sebagai situs cagar budaya Sumur Hulu Cai, bisa tetap terjaga mengingat posisi lokasinya sekarang berada di atas lahan milik pengembang.

Sementara Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, meminta warga sekitar lokasi sumur bersejarah di wilayah Kranggan terus menjaga kelestarian peninggalan sejarah, salah satunya Sumur Hulu Cai.

“Sumur ini tetap harus mengalir, dan ini tugas bersama. Pemerintah sudah cukup memperhatikan beberapa peninggalan sejarah di wilayah Kranggan. Hari ini, saya meletakkan batu pertama untuk perbaikan akses menuju lokasi Sumur Hulu Cai,” ungkap Tri Adhianto, usai meletakkan batu pertama pelestarian Sumur Hulu Cai di Kranggan, Minggu (13/6/2021).

Diakuinya, kehadiran di Sumur Hulu Cai sudah kesekian kalinya. Untuk itu ia berharap bisa jadi perhatian semua pihak pentingnya pelestarian cagar budaya di Kranggan yang telah di plot sebagai Kampung Budaya.

Lihat juga...