Dinkes Surabaya Siapkan Layanan Antar Obat

SURABAYA – Dinas Kesehatan Kota Surabaya menyatakan lima unit kendaraan motor bantuan PT MPM Honda siap digunakan petugas kesehatan untuk mengantarkan obat kepada pasien rawat jalan, sehingga masyarakat tidak perlu berlama-lama menunggu obat di bagian farmasi rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita, mengatakan awal mula ide pengiriman obat ke rumah pasien rawat jalan muncul, ketika dirinya melihat pasien mengantre obat di instalasi farmasi RSUD Dr. Mohamad Soewandhie.

“Tidak sedikit setiap harinya, pasien dari berbagai penyakit itu menunggu obat yang sedang dipersiapkan oleh petugas,” katanya di Surabaya, Rabu (2/6/2021).

Bahkan, Feny, panggilan akrab Febria Rachmantia, juga kerap kali melihat pasien menunggu dengan kondisi yang dinilai cukup rentan. Kondisi tersebut memprihatinkan, apalagi dalam masa pandemi Covid-19 ini.

Untuk itu, Feny merencanakan program layanan antar obat agar pasien rawat jalan setelah periksa langsung bisa pulang dan obatnya diantarkan petugas ke rumah masing-masing.

Ia kemudian mulai mencari perusahaan di Surabaya yang bersedia merealisasikan program itu melalui Coorparate Sosial Responsibility (CSR) atau program tanggung jawab sosial perusahaan.

Seperti gayung bersambut, Feny mendapat kabar bahwa PT MPM Honda bersedia mengambil peran membantu mewujudkan program pengiriman obat ke rumah pasien.

“Honda menyumbangkan lima motor lengkap dengan kotak obatnya,” kata Feny panggilan akrab Febria.

Penyerahan lima unit kendaraan roda dua tersebut, bersamaan dengan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, seusai upacara HUT ke-728 Surabaya di Balai Kota Surabaya, Senin (31/5).

Rencananya, lanjut dia, setelah Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) diterbitkan, Feny akan segera mengoperasikan kendaraan itu, dengan keliling mengantar obat ke rumah pasien rawat jalan di Surabaya.

Ia menyebut, untuk kriteria layanan antar obat, akan dibuatkan Standar Operasional (SOP), sehingga dapat diketahui pasien rawat jalan mana saja yang tergolong mendapat fasilitas pelayanan pengiriman obat itu.

“Secepatnya akan dioperasikan. Yang paling penting STNK-nya jadi dahulu. Kita juga sudah siapkan sopir untuk pengantaran obat. Bismillah, semoga lancar,” katanya.

Feny berharap, dari program ini masyarakat tidak perlu menunggu antrean obat terlalu lama, terutama bagi pasien yang kondisinya rentan karena akan mudah tertular penyakit lain. “Sehingga yang paling penting, warga nyaman berobat di rumah sakit dan dapat segera sembuh,” katanya. (Ant)

Lihat juga...